Jilbab& Cadar antara Wajib dan Tidak… Di zaman ini
jilbab merupakan hal yang tabu bagi sebagian anak muda, dan jilbab
dianggap gak gaul, bahkan hingga ada yang menganggap jilbab tidak ada
manfaat… Allohumusta’an… Dan zaman ini pula sangat banyak gaya dan
model jilbab yang sangat indah, padahal ia tidak benar-benar indah dan
tidak benar-benar menutupi tubuh wanita dan tidak benar-benar menjaga
aurot wanita, namun hal itu dibangga-banggakan dan dianggap sebagai
jilbab padahal tidak… Alloh Subhanahu Wata’ala berfirman Hai Nabi,
Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan
isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah
untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang. Jilbab adalah kain
yang digunakan diatas khimar dan khimar adalah penutup kepala. Katakanlah kepada
wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan
kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali
yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain
kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada
suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau
putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau
saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki
mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita
Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan
laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau
anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah
mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka
sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai
orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [QS.An-Nuur: 31]
Berdasarkan tafsir Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Atho’ bin Abi Robbah, dan
Mahkul Ad-Dimasqiy, bahwa yang biasa nampak adalah wajah dan kedua
telapak tangan. {Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah, Amru Abdul Mun’im} Ibnu
Hazm Rahimahullah berkata, “Allah ta’ala memerintahkan para wanita
menutupkan khimar pada belahan-belahan baju (dada dan leher) maka ini
merupakan nash menutupi aurat, leher dan dada… {Al-Muhalla III/216-217,
Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah hal 73} Lalu apakah Jilbab gaul, necis, n
keren termasuk jilbab….??? عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ
رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ
النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ
يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ،
مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا
يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا
لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا» “Dari Abu Hurairah, berkata:
Rasulullah Sallallohu’alaihi Wasallam bersabda: Ada dua golongan dari
penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: Suatu kaum yang memiliki
cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan wanita yang
berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok dan kepala mereka seperti
punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan
tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan
sekian dan sekian {Hadist shoheh Riwayat Muslim no. 2128} Imam Nawawi
menjelaskan makna كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ dalam Syarhul Muslim, 9/240
Makna pertama: wanita yang mendapatkan nikmat Allah, namun enggan
banyak bersyukur kepada-Nya. Makna kedua: wanita yang mengenakan namun
kosong dari amalan kebaikan dan tidak mau mengutamakan akhiratnya serta
enggan melakukan ketaatan kepada Allah. Makna ketiga: wanita yang
menyingkap sebagian anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan
tubuhnya Makna keempat: Wanita yang memakai pakaian tipis sehingga
nampak bagian dalam tubuhnya. Ibnul Jauzi juga menjelaskan, “makna
كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ ada tiga makna: 1. Wanita yang memakai
pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya, wanita yang
seperti ini memang memakai jilbab, tapi sebenarnya telanjang 2.
Wanita yang membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutup).
Wanita ini sebenarnya telanjang. 3. Wanita yang mendapatkan nikmat
Allah, namun kosong dari syukur kepada Allah subhanahu wata’ala
{Kasyful Musykil min Hadits Ash Shohihah, I/1031} dan hendaklah kamu tetap di
rumahmu [isteri-isteri Rasul agar tetap di rumah dan ke luar rumah bila
ada keperluan yang dibenarkan oleh syara'. perintah ini juga meliputi
segenap mukminat] dan janganlah kamu bertabarruj dan bertingkah laku
seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat,
tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah
bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan
membersihkan kamu sebersih-bersihnya. [QS. Al-Ahzab : 33] Tabarruj
adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya
serta segala sesuatu yang mesti ditutup karena hal itu dapat menggoda
kaum lelaki. دِقْرَةُ أُمُّ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أُذَيْنَةَ قَالَتْ
كُنَّا نَطُوفُ بِالْبَيْتِ مَعَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ فَرَأَتْ عَلَى
امْرَأَةٍ بُرْدًا فِيهِ تَصْلِيبٌ فَقَالَتْ أُمُّ الْمُؤْمِنِينَ
اطْرَحِيهِ اطْرَحِيهِ فَإِنَّ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى نَحْوَ هَذَا قَضَبَهُ مسند أحمد: 25134قال
الشيخ شعيب الأرناؤوط : إسناده حسن Diqroh Ummu Abdirrahman bin Uzainah
berkata, “Dulu kami pernah berthowaf bersama ummul Mukminin (Aisyah),
lalu beliau melihat wanita yang mengenakan burdah yang terdapat salib.
Ummul Mukminin lantas mengatakan, “Lepaskanlah salaib tersebut.
Lepaskanlah salib tersebut. Sungguh Rosulullah shallallahu’alaihi wa
sallam ketika melihat semacam itu, beliau menghilangkannya.” {HR. Imam
Ahmad no. 25134, Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini
hasan} لعن النبى صلى الله عليه وسلم المخنثينمن الرجال والمترجلات من
النساء “Rosulullah Shallallohu’alaihi wa sallam melaknat kaum pria yang
menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai kaum pria” {HR. Bukhari
no. 6834} Rosulullah bersabda, من لبس ثوب شهرة في الدنيا ألبسه الله ثوب
مذلة يوم القيامة ثم ألهب فيه نارا “Barang siapa mengenakan pakaian
syuhroh di dunia, niscaya Allah akan mengenakan pakaian kehinaan
padanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka.” {HR.
Ibnu Majah no. 3607, 3597, Abu Daud no. 4031, dll. Syaikhh al-Albani
mengatakan hadits ini Hasan} Pakaian Syuroh adalah pakaian untuk
mencari ketenaran atau popularitas Dari dalil-dalil dan penjelasan
ulama’ diatas, jelas sudah bahawa jilbab dan pakaian yang tidak
menutupi seluruh tubuh (sesuai dalil-dalil diatas) bukanlah jilbab yang
diinginkan oleh Sang pencipta syari’at islam.. Jadi jika jilbab gaul
itu adalah jilbab yang tidak transparan, tidak tabarruj, tidak ada
gambar salib, tidak menyerupai laki-laki, bukan pakaian Syuhroh,
menutupi seluruh tubuh dan sesuai dengan dalil-dalil yang shohih maka
insyaAlloh itu adalah jilbab yang sesuai dengan syar’i.. Wallohu’alam…
Bagaimana dengan Cadar..??? apa hukumnya…??? Cadar… merupakan
kata-kata yang menggelikan bagi sebagian kaum muda dan cadar merupakan
hal yang sangat aneh di negeri kita, sebaliknya cadar adalah hal yang
biasa di negeri-negeri arab lebih-lebih pada zaman Rosulullah, Sahabat,
Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in.. Dan kita akan berusaha menguak sebab
keanehan yang dianggap dinegeri kita itu, Pepatah Arab mengatakan,
“Jika sebab timbulnya hal yang aneh itu diketahui maka keheranan akan
hilang.” Ulama’ berselisih pendapat tentang masalah Hijab atau Cadar,
ada yang mengatakan hijab itu adalah wajib bagi semua muslimah dan ada
yang mengatakan hukumnya mustahab (Sunnah/dianjurkan) Adapun
dalil-dalil ulama’ yang mewajibkan hijab ( …. “Dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya,
kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” [QS. An-Nuur :31] Ibnu
Mas’ud berkata tentang perhiasan yang biasa nampak pada wanita adalah
“pakaian” (Riwayat ibnu Jarir, dan di shahihkan oleh Syaikh Musthafa
Al-Adawi, Jami’ Ahkamin Nisa’ IV/486) ( …. “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung
kedadanya.. “ [QS. An-Nuur: 31] Berdasarkan ayat ini wanita wajib
menutupi dada dan lehernya, maka menutup wajah lebih wajib! Karena
wajah adalah tempat kecantikan dan godaan. (Risalah Al-Hijab, hal 7-8,
karya Syaikh Muhammad bin Shalaeh Al-‘Utsaimin, Darul Qosim) “Dan
janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang
mereka sembunyikan.” [QS. An-Nuur: 31] Allah melarang wanita
menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasaannya yang dia
sembunyikan, seperti gelang kaki dan sebagainya. Hal ini karena
dikhawatirkan laki-laki akan tergoda gara-gara mendengar suara gelang
kakinya atau semacamnya. Maka godaan yang ditimbulkan karena memandangh
wajah wanita cantik, apalagi yang diriasi, lebih besar dari pada
sekedar mendengar suara gelang kaki wanita. Sehingga wajah wanita lebih
pantas untuk ditutup untuk menghindarkan kemaksiatan (Risalah Al-Hijab,
hal 9, karya Syaikh Muhammad bin Shalaeh Al-‘Utsaimin, Darul Qosim.).
Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan
isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah
untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. AL-Ahzab : 59] Ibnu Abbas
Radiallohu’anhu berkata, “Allah memerintahkan kepada istri-istri kaum
mukminin, jika mereka keluar rumah karena ada hajat atau keperluan,
hendaklah mereka menutupi wajah mereka dengan jilbab dari kepala
mereka. (Jami’Ahkamin Nisa’ IV/513) Qatadah berkata,tentang firman
Allah diatas (QS. Al-Ahazab:59) “Allah memerintahkan para muslimah,
jika mereka keluar rumah agar menutupi alis mereka, sehingga mereka
mudah dikenali dan tidak diganggu.” {Riwayat ibnu Jarir, dihasankan
oleh Syaikh Musthafa Al-adawi di dalam Jami’ Ahkamin Nisa IV/514} Imam
Suyuthi berkata, ‘Ayat hijab ini berlaku bagi seluruh wanita, di dalam
ayat ini terdapat dalil kewajiban menutup kepala dan wajah bagi
wanita.” {Hirasah Al-Fadhilah, hal 51, karya Syaikh Bakar bin Abu Zaid)
عن ابن عمر قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من جر ثوبه خيلاء لم
ينظر الله إليه يوم القيامة فقالت أم سلمة فكيف يصنعن النساء بذيولهن قال
يرخين شبرا فقالت إذا تنكشف أقدامهن قال فيرخينه ذراعا لا يزدن عليه Dari
Ibnu Umar, Rosulullah bersabda, “Barng siapa menyeret pakaiannya dengan
sombong, Allah tidak akan melihatnya dihari kiamat. “Kemudian Ummu
Salamah bertanya: “Bagaimana para wanita membuat ujung pakaian mereka?”
Rosulullah menjawab, “Hendaklah mereka menjulurkan sejengkal” Ummu
Salamah berkata lagi, “Kalau begitu telepak kaki mereka akan
tersingkap?” Rosulullah menjawab: “Hendaklah mereka menjulurkan
sehasta, mereka tidak boleh melebihkannya.” {HR. Tirmidzi no.1731 dan
Syaikh Al-Albani mengatakan hadist ini Hasan Shahih} Hadist ini
menunjukkan kewajiban menutupi telapak kaki bagi wanita, dan hal ini
sudah dikenal dikalangan wanita sahabat. Sedangkan terbukanya telapak
kaki wanita tidak lebih berbahaya dari pada terbukanya wajah dan tangan
mereka, maka ini menunjukkan wajibnya menutupi wajah dan tangan wanita.
{Risalah Al-hijab hal 17-18} عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ أَفْلَحَ، أَخَا
أَبِي القُعَيْسِ جَاءَ يَسْتَأْذِنُ عَلَيْهَا، وَهُوَ عَمُّهَا مِنَ
الرَّضَاعَةِ، بَعْدَ أَنْ نَزَلَ الحِجَابُ، فَأَبَيْتُ أَنْ آذَنَ لَهُ،
فَلَمَّا جَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَخْبَرْتُهُ بِالَّذِي صَنَعْتُ «فَأَمَرَنِي أَنْ آذَنَ لَهُ» Dari
‘Aisyah bahwa Aflah saudara Abdul Qu’eis, paman Aisyah dari penyusuan,
dating meminta izin untuk menemuinya setelah turun ayat hijab. “Aisyah
berkata: “Maka aku ditak mau memberi izin kepadanya. Ketika Rosulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam telah datang maka aku memberitahukan apa
yang telah aku lakukan, maka beliau memerintahkan agar member izin
kepadanya.” {HR. Bukhari no 5103} Ibnu Hajar berkata, “Dalam hadits ini
terdapat kewajiban wanita menutup dari laki-laki asing.” {Fathul Bari
9/152} عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ»
فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَفَرَأَيْتَ
الحَمْوَ؟ قَالَ: «الحَمْوُ المَوْتُ» Dari ‘Uqbah bin ‘Amir,
Rosulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kamu masuk
menemui wanita-wanita,” Seorang laki-laki Anshar bertanya: “Wahai
Rasulallah, bagaimana pendapat anda dengan saudara suami? Beliau
menjawab: “Saudara suami adalah kematian. (yakni lebih berbahaya dari
orang lain).” {HR. Bukhari 5232 dan Muslim 2172} Jika masuk menemui
wanita bukan mahram tidak boleh, maka menemui mereka harusdibalik
tabir. Sehingga wanita wajib menutupi tubuh mereka, termasuk wajah.
{Hirasah Al-fadhilah, hal 75, Syaikh Bakr bin Abu Zaid} عَنِ النَّبِيِّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ، فَإِذَا
خَرَجَتْ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa
sallam bersabda, “Wanita adalah aurat, jika dia keluar, setan akan
menjadikannya indah pada pandangan laki-laki.” {HR. Tirmidzi 1173, Ibnu
Hibban 5599, dan yang lainnya dan di Shahihkan oleh Syaihk Al-Albani}
Jika wanita adalah aurat, maka semuanya harus ditutupi. {Hirasah
Al-Fadhilah, Hal 74-75, Syaikh Bakr bin Abu Zaid} Kesimpulan dari
dalil-dalil diatas: 1. Menjaga kemaluan hukumnya wajib sedangkan
menggunakan hijab adalah sarana untuk menjaga kemaluan, sehingga
hukumnya wajib juga 2. Perintah Allah dan Rosul-Nya kepada wanita
untuk berhijab dari laki-laki yang bukan mahramnya 3. Perintah
menggunakan Jilbab, jilbab ini meliputi menutup wajah 4. Qiyas.
Yaitu kalau wanita wajib menutup telapak kakinya, lehernya, dan yang
lainnya karena dikhawatirkan akan menimbulkan godaan, maka menutup
wajah wanita lebih wajib. 5. Perintah Alloh kepada wanita untuk
menutupi perhiasannya, ini mencakup menutup wajah. Selanjutnya kita
akan beralih pada dalil-dali ulama’ yang tidak mewajibka Cadar.. Firman
Allah Subhanahu wata’ala: wur úïÏö7ã £`ßgtFt^Î wÎ) $tB tygsß $yg÷YÏB …
“Dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa)
nampak dari padanya..” [QS. An-Nuur: 31] Ibnu Abbas dan Ibnu Abi Syaiah
berkata, yang berkaitan dengan perhiasan yang biasa namapak pada
wanita, “Wajah dan telapak tangan.” {Riwayat Ibnu Abi Syaibah dan
Isma’il Al Qadhi. Dishahihkan syaikh Al-Albani dalam Jilbab Al Mar’ah
Al Muslimah, hal 5 Katakanlah
kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan
pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih
suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka
perbuat". 31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka
menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan
perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. [QS. An-Nuur:
30-31] Ayat ini menunjukkan bahwa pada diri wanita ada sesuatu yang
terbuka dan mungkin untuk dilihat. Sehingga Allah memerintahkan untuk
menahan pandangannya dari wanita. {Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah, hal
76,77} عَنْ جَرِيرٍ، قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظْرَةِ الْفَجْأَةِ؟ فَقَالَ: «اصْرِفْ
بَصَرَكَ» Dari Jarir berkata, “Aku bertanya kepada Rosulullah
shallahu’alaihi wa sallam tentang pandangan tiba-tiba (tidak sengaja),
maka beliau bersabda, “Palingkan pandanganmu.” {HR. Abu Daud 2148 dan
dishahihkan oleh Syaikh Al Albani} Al-Qadhi ‘Iyadh bberkata, “Para
ulama berkata, disini terdapat hujjah bahwa wanita tidak wajib menutupi
wajahnya di jalan, tetapi hal itu adalah sunnah yang disukai. Dan yang
wajib bagi laki-laki adalah menahan menahan pandangan dari wanita dalam
segala keadaan, kecuali untuk tujuan yang syar’I (dibenarkan agama).
Hal itu disebutkan oleh muhyiddin An Nawawi” {Adab Asy Syar’iyyah
I/187, ibnu Muflih. Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah, hal 77} عَبْدُ
الرَّحْمَنِ بْنُ عَابِسٍ، قَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ، قِيلَ لَهُ:
أَشَهِدْتَ العِيدَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟
قَالَ: «نَعَمْ، وَلَوْلاَ مَكَانِي مِنَ الصِّغَرِ مَا شَهِدْتُهُ حَتَّى
أَتَى العَلَمَ الَّذِي عِنْدَ دَارِ كَثِيرِ بْنِ الصَّلْتِ، فَصَلَّى،
ثُمَّ خَطَبَ، ثُمَّ أَتَى النِّسَاءَ وَمَعَهُ بِلاَلٌ، فَوَعَظَهُنَّ،
وَذَكَّرَهُنَّ، وَأَمَرَهُنَّ بِالصَّدَقَةِ، فَرَأَيْتُهُنَّ يَهْوِينَ
بِأَيْدِيهِنَّ يَقْذِفْنَهُ فِي ثَوْبِ بِلاَلٍ، ثُمَّ انْطَلَقَ هُوَ
وَبِلاَلٌ إِلَى بَيْتِهِ» Abdurrahman bin ‘Abis berkata, “Saya
mendengar ibnu Abbas ditanya, “Apakah anda (pernah) menghhadiri
(shalat) ‘ied bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam..?” Dia
menjawab, “Ya, dan jika bukan karena posisiku (umurku) yang masih
kecil, niscaya saya tidak akan menyaksikannya. (Rosulullah keluar)
sampai mendatangi tanda yang ada didekat rumah Katsir bin Ash-Shalt,
lalu beliau shalat, kemudian berkhutbah. Lalu beliau bersama Bilal
mendatangi para wanita, kemudian menasehati mereka, mengingatkan
mereka, dan memerintahkan mereka untuk bersedekah. Maka aku lihat para
wanita mengulurkan tangan mereka nelemparkannya (cincin dan lainnya
sebagai sedekah) ke kain Bilal. Kemudian Beliau dan Bilal pulang
kerumahnya.” {HR. Imam Bukhari no.977} Ibnu Hazm Rahimahullah berkata,
“Inilah Ibnu Abbas di hadapan Rasulullah shallallahu’alaih wa sallam,
melihat tangan para wanita, maka benarlah bahwa tangan dan wajah wanita
bukan aurat, adapun selainnya wajib ditutup.” Peristiwa ini terjadi
setelah turunnya ayat jilbab. عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ،
قَالَ: رَأَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ امْرَأَةً
فَأَعْجَبَتْهُ، فَأَتَى سَوْدَةَ وَهِيَ تَصْنَعُ طِيبًا، وَعِنْدَهَا
نِسَاءٌ فَأَخْلَيْنَهُ فَقَضَى حَاجَتَهُ، ثُمَّ قَالَ: «أَيُّمَا رَجُلٍ
رَأَى امْرَأَةً تُعْجِبُهُ فَلْيَقُمْ إِلَى أَهْلِهِ، فَإِنَّ مَعَهَا
مِثْلَ الَّذِي مَعَهَا» Dari Abdillah bin Mas’ud berkata, “Rasulullah
shallallahu’alaihi wa sallam melihat seorang wanita sehingga wanita itu
membuat beliau terpesona, kemudian beliau mendatangi Saudah (istri
beliau), yang sedang membuat minyak wangi dan didekatnya ada banyak
wanita. Maka wanita-wanita itu meninggalkan beliau, lalu beliau
menunaikan hajatnya. Kemudian beliau bersabda: “Siapapun lelaki yang
melihat seorang wanita, sehingga wanita itu membuatnya terpesona, maka
hendaklah dia pergi kepada istrinya, karena sesungguhnya pada istrinya
itu ada semisal apa yang ada pada wanita itu.” {HR. Ad-Darimi 2261
dengan sanad Hasan} Hadist ini menunjukkan bahawa di zaman nabi, wajah
wanita biasa terbuka. عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ امْرَأَةٍ
مِنْهُمْ قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ وَأَنَا آكُلُ بِشِمَالِي وَكُنْتُ امْرَأَةً عَسْرَاءَ،
فَضَرَبَ يَدِي فَسَقَطَتِ اللُّقْمَةُ فَقَالَ: " لَا تَأْكُلِي
بِشِمَالِكِ وَقَدْ جَعَلَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَكِ يَمِينًا "،
أَوْ قَالَ: " قَدْ أَطْلَقَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لَكِ يَمِينَكِ "،
قَالَ: فَتَحَوَّلَتْ شِمَالِي يَمِينًا فَمَا أَكَلْتُ بِهَا بَعْدُ Dari
Abdillah bin Muhammad, dari seorang diantara mereka yang berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk menemukanku ketika aku
sedang makan dengan tangan kiriku, karena aku seorang wanita yang
kidal. Maka beliau memukul tanganku sehingga sesuap makanan jatuh. Lalu
beliau bersabda, “janganlah engakau makan dengan tangan kirimu,
sedangkan Allah telah menjadikan tangan kanan untukmu.” Atau bersabda,
“sedangkan Allah telah menyembuhkan tangan kananmu.” {HR. Ahmad 16639
dan dihasankan oleh syaikh Al Albani} Anggapan terjadinya ijma’
tentang wajah dan telapak tangan merupakan yang wajib ditutup, tidaklah
benar. Bahkan telah terjadi perselisihan di antara ulama. Pendapat tiga
imam (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Syafi’i), menyatakan bukan
sebagai aurat. Ini juga merupakan satu riwayat dari Imam Ahmad.
Diantara ulama’ besar madzhab Hambali yang menguatkan menguatkan
pendapat ini yaikni Ibnu Qudamah dan Imam Ibnu Muflih. Ibnu Qudamah
menyatakan dalam kitabnya Al-Mughni, “Karena kebutuhan mendorong telah
wajah untuk bermuamalat (jual beli) dan membuka telapak tangan untuk
mengambil dan member {Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, hal 7-9}
Wallohu’alam…..
Kamis, 06 Januari 2011
Memusatkan perhatian pada situasi yang besar, akibatnya adalah
pembesaran distorsi dari masalah. Barangkali akan lebih baik jika qt
membayangkan menggunakan lensa Binokuler. Gunakanlah sisi pembesarnya
untuk memandang hal-hal yang positif, dan baliklah..gunakanlah sisi
lainnya bilamana kita menjumpai elemen-elemen negatif untuk membuatnya
kelihatan lebih kecil...Rabu, 05 Januari 2011
JAUHI HASAD
![]() |
Beberapa minggu ini, aku banyak sekali mendengar keluhan dari teman-temanqu, termasuk juga dari keluarga tentang kerasnya hidup ini, susahnya memenuhi kebutuhan hidup dan mahalnya harga sembako.
Belum lagi biaya sekolah yang dikatakan gratis malah justru semakin mahal, bahkan biaya sekolah Taman Kanak-Kanakpun tinggi, bagaimana dengan yg kuliah...?? Satu demi satu mengeluh sembari memaki pemerintah dengan berbagai macam kata dan bahasa, tak hanya pemerinta Negara yg di makinya, tapi justru pemerintah daerah pula lebih-lebih dicaci maki. Ada yg sepertinya iri mengetahui pemerintah daerah yg sering ke luar negeri bersama keluarganya, katanya "Heran aja, dulu waktu belum jadi pejabat nggak begitu, sekarang dikit-dikit ke luar negeri, tahun baru aja ke luar negeri, kapan daerahnya diurus, lagian duit dari mana tu segitu banyaknya, kalo' pergi urusan daerah masak sih tiap bulan dan sekeluarga"...SubhanAllah...aku berpikir saat itu aku sedang berhadapan dengan orang yang sedang diliputi rasa iri hati/hasad atas rezeky orang lain. Sudahlah...darimana dia mendapatkan uang banyak bukan urusan kita, baik tidak jalannya mendapatkan itu jangan kita terlalu sibuk mencari tahunya, karena toh semuanya sia-sia, kita marah-marah juga enggak kebagian, mending kita urus saja urusan kita masing-masing dan terus berusaha memperbaiki diri, mendekatkan diri pada Allah, syukuri semua yg ada, dan terus berusaha, berjuang mendapatkan rezeky yg dipermasalahkan tadi agar semuanya menjadi cukup. AllahuAkbar...sebenarnya ini menakutkanku, sedikit aku merasa aku sedang dipengaruhi untuk membenci orang lain yg memiliki harta lebih, tapi bukankah rezeky itu juga adalah rahasia Allah. Nikmati saja saudara...sedikit atau banyak itu tergantung kita yg mensyukurinya. Jika harta itu melimpah belum tentu kita merasa tenang, karena ada kesombongan dan angkuh diri dititipkan harta melimpah. Tak semua orang mampu membawa dengan baik harta itu, ada memang yg bisa mensyukuri dan memeliharanya sesuai jalan Allah, tapi tak sedikit juga yg ingkar. Mungkin kita bukan golongan orang yang mampu menjaga harta berlimpah itu, sabarlah saudara...tidak menjadi kaya saja sudah hasad to...? Apalagi mau dikasih kaya. Aku tidak sedang berkhotbah, aku sekedar mengingatkan...aku juga masih banyak kekurangan, aku juga terkadag berpikir negatif tapi segera aku hapus sebisa mungkin agar penyakit hati itu tidak menggerogotiku dan aku hidup tetap dlm ketenangan dengan kesederhanaanku.
![]() |
| Allah Maha Kaya |
Allah memberikan kita rejeki yang berbeda-beda, ada orang yang
diberikan kemudahan dalam mendapatkan harta dan sebaliknya ada juga
yang mengalami kesulitan dalam mencari rejeki tersebut. Bahkan jika
kita perhatikan, orang yang kaya terlampau kaya dan yang miskin
terlampau miskin. Sebenarnya semua itu hanya cobaan yang diberikan
kepada hambanya oleh Zat yang maha sempurna. Tetapi dalam kehidupan
sehari-hari tidak jarang kita menemukan orang yang panas, sakit
hatinya, dan tidak tenang karena melihat temannya, atau saudaranya,
tetangganya, atau orang lain yang memperoleh suatu kenikmatan dunia
melebihi yang dia miliki, kemudian berharap agar kenikmatan tersebut
musnah atau hancur. Dia tidak senang melihat kesuksesan yang diraih
orang lain, apalagi itu adalah rivalnya dalam dunia bisnis atau mungkin
dunia politik. Terlebih lagi dalam hal berpolitik, senang saling
menjatuhkan, mencari-cari kesalahan orang lain dan akan sangat sakit
hatinya tatkala dia tahu bahwa sang rival sukses dan bertambah
hartanya. Dan sebaliknya akan merasa senang tatkala dia tahu bahwa
orang tersebut jatuh dari kedudukannya atau hilang kekayaannya. Sifat
inilah yang disebut dengan hasad (dengki). Ada beberapa dosa besar yang
sering diperbuat manusia, diantaranya adalah mensekutukan Allah, Riya’,
Hasad/dengki dan sombong/angkuh. Jelas sudah bahwa hasad adalah salah
satu sifat yang mengakibatkan seseorang akan berdosa besar.
Bahaya Hasad
Dosa hasad adalah dosa yang sangat besar, karena itu Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya, Muhammad SAW untuk berlindung kepada Rabbul Falaq (Tuhan yang menguasai subuh) dari kejahatan hasad. Ini juga isyarat bahwa Nabi SAW dan siapapun yang menyeru kepada kebaikan (Da’i) pasti ada saja yang memusuhinya dan hasad (dengki) kepadanya. Sementara ketenangan, ketentraman, dan keselamatan hanya dapat ditemukan ketika selalu berada dalam dekapan Rabbul Falaq, Allah SWT. Maka ayat tersebut diawali dengan, “Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai Subuh”
(QS Al Falaq [113] :1).
Hasad merupakan suatu penyakit yang bisa menimpa seorang mukmin disaat imannya turun dan lemah. Didasari oleh larangan Rasulullah, “Jangan kalian saling membenci, saling hasad dan saling membelakangi, Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” (HR. Bukhari VIII/33). Hasad (dengki) merupakan sifat tidak terpuji dan sangat berbahaya. Saking bahayanya, hasad dapat menghapus kebaikan-kebaikan seseorang yang telah dibangunnya sekian lama. Rasulullah telah menegaskan hal itu dengan sabdanya, “Waspadalah kalian terhadap hasad, sebab hasad itu memakan semua kebaikan sebagaimana api yang membakar kayu”.
Sebab-sebab Hasad
Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang jatuh ke dalam hasad, diantaranya:
1.Senang berlomba-lomba mengejar dunia
Ketika dunia dilapangkan dan dimudahkan bagi manusia, sementara mereka mengabaikan rambu-rambu syariat dalam berintraksi dengan dunia, maka dengan mudahnya mereka terjerumus dalam pertarungan perebutan dunia yang menggiringnya kepada sifat hasad.
Begitu pula pada halnya para wanita yang senang memamerkan perhiasan mereka, dan sakit hatinya tatkala melihat teman kerjanya menggunakan perhiasan yang lebih mewah dibanding miliknya, sehingga menimbulkan sifat hasad hanya karena dunia.
2.Melihat nikmat orang lain dan lupa pada Yang Memberi Nikmat
Terkadang pada saat seseorang melihat nikmat baik itu yang berbentuk harta ataupun pengkat/kedudukan pada orang lain yang melimpah, sementara dia sendiri tidak sebanyak itu yang ia miliki, iapun lupa kepada Yang Memberi Nikmat, Yaitu Allah SWT. Ia lupa bahwa Allah telah mebagikan kenikmatan-kenikmatan kepada para hamba-Nya dengan sangat bijak, ia lupa bahwa kaya dan miskin bukanlah suatu perbedaan yang berarti tetapi tingkat ketaqwaanlah yang membedakan dihadapan Allah. Kecuali dengan iman seseorang itu tidak akan bersifat hasad, karena jika imannya sudah lemah maka syaitan akan mudah mempengaruhinya untuk berbuat hasad.
3.Takabbur
Seperti iblis yang takabbur dan sombong, dengan pernyataanya yang mengatakan bahwa dia lebih baik dan lebih mulia daripada Adam dengan alasan bahwa dia tercipta dari api sedangkan Adam diciptakan dari tanah. Dan hal tersebut merupakan hasad peretama kali yang terjadi di langit, dan hasad yang pertama kali terjadi di bumi adalah hasad Qabil dan Habil hingga membunuhnya sebagaimana diceritakan di dalam Al-Qur’an.
4.Perbedaan perlakuan
Seringkali dalam lingkungan keluarga atau tempat kerja atau sekolah terjadi pilih kasih diantaranya. Misalkan orang tua yang memperlakukan anaknya berbeda, atau perlakuan atasan dengan bawahan yang tidak adil atau guru yang pilih kasih terhadap muridnya. Sikap pilih kasih dalam keluarga atau dimanapun juga dapat menyebabkan kedengkian timbul dari hati orang yang merasa terkalahkan atau dinomorduakan.
Obat Hasad
1.Memohon perlindungan dari Allah SWT seperti perintah Allah terhadap Rasull-Nya dalam surat Al-Falaq.
2.Takwa dan sabar, sebagaimana firman Allah, “Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu” (QS Ali Imran [3]:120).
3.Taubat. Allah berfirman, “…dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya.
4.Berbuat baik kepada orang yang hasad, agar orang tersebut menyadari kesalahannya dan mau berubah, secara tidak langsung kita mengajarkan kepada orang yang hasad untuk tidak lagi berbuat hasad (dengki) mengingatkannya bahwa hasad adalah hal yang sangat tidak terpuji.
5.Mengobati dengan ruqyah, seperti pada saat Jibril meruqyah Rasulullah.
6.Tawakkal (berserah diri) kepada Allah SWT setelah semua ikhtiar dan usaha dilakukan. “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”.
Bahaya Hasad
Dosa hasad adalah dosa yang sangat besar, karena itu Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya, Muhammad SAW untuk berlindung kepada Rabbul Falaq (Tuhan yang menguasai subuh) dari kejahatan hasad. Ini juga isyarat bahwa Nabi SAW dan siapapun yang menyeru kepada kebaikan (Da’i) pasti ada saja yang memusuhinya dan hasad (dengki) kepadanya. Sementara ketenangan, ketentraman, dan keselamatan hanya dapat ditemukan ketika selalu berada dalam dekapan Rabbul Falaq, Allah SWT. Maka ayat tersebut diawali dengan, “Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai Subuh”
(QS Al Falaq [113] :1).
Hasad merupakan suatu penyakit yang bisa menimpa seorang mukmin disaat imannya turun dan lemah. Didasari oleh larangan Rasulullah, “Jangan kalian saling membenci, saling hasad dan saling membelakangi, Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” (HR. Bukhari VIII/33). Hasad (dengki) merupakan sifat tidak terpuji dan sangat berbahaya. Saking bahayanya, hasad dapat menghapus kebaikan-kebaikan seseorang yang telah dibangunnya sekian lama. Rasulullah telah menegaskan hal itu dengan sabdanya, “Waspadalah kalian terhadap hasad, sebab hasad itu memakan semua kebaikan sebagaimana api yang membakar kayu”.
Sebab-sebab Hasad
Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang jatuh ke dalam hasad, diantaranya:
1.Senang berlomba-lomba mengejar dunia
Ketika dunia dilapangkan dan dimudahkan bagi manusia, sementara mereka mengabaikan rambu-rambu syariat dalam berintraksi dengan dunia, maka dengan mudahnya mereka terjerumus dalam pertarungan perebutan dunia yang menggiringnya kepada sifat hasad.
Begitu pula pada halnya para wanita yang senang memamerkan perhiasan mereka, dan sakit hatinya tatkala melihat teman kerjanya menggunakan perhiasan yang lebih mewah dibanding miliknya, sehingga menimbulkan sifat hasad hanya karena dunia.
2.Melihat nikmat orang lain dan lupa pada Yang Memberi Nikmat
Terkadang pada saat seseorang melihat nikmat baik itu yang berbentuk harta ataupun pengkat/kedudukan pada orang lain yang melimpah, sementara dia sendiri tidak sebanyak itu yang ia miliki, iapun lupa kepada Yang Memberi Nikmat, Yaitu Allah SWT. Ia lupa bahwa Allah telah mebagikan kenikmatan-kenikmatan kepada para hamba-Nya dengan sangat bijak, ia lupa bahwa kaya dan miskin bukanlah suatu perbedaan yang berarti tetapi tingkat ketaqwaanlah yang membedakan dihadapan Allah. Kecuali dengan iman seseorang itu tidak akan bersifat hasad, karena jika imannya sudah lemah maka syaitan akan mudah mempengaruhinya untuk berbuat hasad.
3.Takabbur
Seperti iblis yang takabbur dan sombong, dengan pernyataanya yang mengatakan bahwa dia lebih baik dan lebih mulia daripada Adam dengan alasan bahwa dia tercipta dari api sedangkan Adam diciptakan dari tanah. Dan hal tersebut merupakan hasad peretama kali yang terjadi di langit, dan hasad yang pertama kali terjadi di bumi adalah hasad Qabil dan Habil hingga membunuhnya sebagaimana diceritakan di dalam Al-Qur’an.
4.Perbedaan perlakuan
Seringkali dalam lingkungan keluarga atau tempat kerja atau sekolah terjadi pilih kasih diantaranya. Misalkan orang tua yang memperlakukan anaknya berbeda, atau perlakuan atasan dengan bawahan yang tidak adil atau guru yang pilih kasih terhadap muridnya. Sikap pilih kasih dalam keluarga atau dimanapun juga dapat menyebabkan kedengkian timbul dari hati orang yang merasa terkalahkan atau dinomorduakan.
Obat Hasad
1.Memohon perlindungan dari Allah SWT seperti perintah Allah terhadap Rasull-Nya dalam surat Al-Falaq.
2.Takwa dan sabar, sebagaimana firman Allah, “Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu” (QS Ali Imran [3]:120).
3.Taubat. Allah berfirman, “…dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya.
4.Berbuat baik kepada orang yang hasad, agar orang tersebut menyadari kesalahannya dan mau berubah, secara tidak langsung kita mengajarkan kepada orang yang hasad untuk tidak lagi berbuat hasad (dengki) mengingatkannya bahwa hasad adalah hal yang sangat tidak terpuji.
5.Mengobati dengan ruqyah, seperti pada saat Jibril meruqyah Rasulullah.
6.Tawakkal (berserah diri) kepada Allah SWT setelah semua ikhtiar dan usaha dilakukan. “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”.
Senin, 03 Januari 2011
Sahabat Pena
Ku tulis lagi surat
untuk sahabatku nun jauh disana, setelah lama sekali kami tak berkirim
kabar. Dia sahabatku yg ku kenal lewat sebuah majalah "BOBO" waktu
masih duduk di bangku Kls I SMP dulu. Maklum aku dulu berlangganan
majalah BOBO, majalah anak-anak yg isinya sebenarnya itu-itu saja, dan
aku baru sadar setelah aku beranjak dewasa. BOBO adalah salah satu
majalah favoritku waktu itu, kalau saja si BOBO terlambat datang, aku
pasti nangis dengan menuduh Ayahku telah menghentikan aku berlangganan
BOBO, maklum kan bayar langganannya beliau aku sih tinggal terima dan
baca. Hmm...namanya aja anak kecil...__heheheee...
Sebenarnya
aku berlangganan BOBO sejak aku duduk di bangku SD Kls 2, selain BOBO
akujuga berlangganan majalah "ANANDA"...selain itu ada lagi majalah
"DONALD BEBEK" , dan setiap bulan aku pasti membeli majalah yg aku lupa
namanya tapi mengisahkan sang Drakula yang baik hati, dan "Harry
Pooter" dalam bentuk majalah anak-anak (Sekarang sudah tidak ada lagi,
emang enak'an masa kecilku kayaknya timbang sekarang...heheheee...) Kok
banyak banget langganannya LIN...?? Maklum...Ayahku adalah seorang yang
gemar sekali membaca,belajar dan menulis. Mungkin beliau sengaja
memberi aku langganan majalah-majalah anak-anak untuk memotivasi aku
agar senang membaca dan belajar, terkadang beliau membimbing aku
menjawab soal-soal di majalah tersebut, karena di setiap majalah pasti
ada teka-teki silang dan soal tebak-tebak'an gambarnya. Tapi itu waktu
aku masih kecil, setelah kls 4/5 SD aku sudah mulai pandai
menyelesaikan soal-soal di majalah. Bahkan aku sempat membuat puisi dan
dimuat...Dduuch senangnya....yang belum kesampaian adalah mengirim
lukisan, aku belum mengirimnya karena aku sejak kecil sampai sekarang
memang tak punya bakat melukis, tapi bakatku nangis guling-guling kalau
permintaanku tak dikabulkan...hhhh..jadi buka kartu sendiri,
eh,,sekarang udah enggak lagi looo....(senyum-senyum sendiri inget masa
kecil)...Lanjut...saat aku SMPpun aku masih berlangganan majalah
anak-anak itu, padahal harusnya udah berhenti sih, karena ayahku bilang
samapai lulus SD saja, kalau udah SMP harus lebih konsentrasi ke
pelajaran sekolah. Tapi aku memohon-mohon tak lupa menangis agar
langgananku diteruskan satu tahun lagi,akhirnya permohonanku dikabulkan
dan langganan usai setelah aku naik kls 2 SMP (dah gede to..??)
Berkirim surat
Dari
majalah BOBO dan ANANDA aku mulai mencari kenalan dan berkirim
surat.Beberapa teman dari pulau lain mengirimi aku surat kenalan, pun
sebaliknya aku menulis surat untuk berkenalan pada beberapa teman juga.
Kebetulan aja aku ikutan kirim-kirim photo en Biodata di BOBO,
Alhasil...setiap bulannya aku pasti mendapat beberapa surat. Namun
semua tidak ada yang bertahan terlalu lama, surat-suratannya paling
hanya 3 sampai 4th trus berlahan agak jarang dan lama kelamaan malah
menghilang tanpa kabar berita. Dan hanya sahabatku "LIA" yang aku
maksudkan dlm ceritaku ini yang bertahan cukup lama. Aku lumayan
nyambunglah ma surat-suratnya, setiap kali kirim surat dia menceritakan
aku pengalamannya, suka citanya, bahkan berbagi kebahagiaan denganku,
namun dikala dia ada masalah dia juga tak segan menceritakannya
sehingga melalui surat kami tetap bisa bercurhat ria...Asyikkan..??
namun sekian tahun kami bersahabat pena tak pernah satukalipun aku
bersua dengannya, hanya sebatas kata demi kata yang terkumpul menjadi
sebuah cerita dalam kertas saja...
Aku dan Lia...
Waktu
itu aku punya sahabat pena bernama "RIA" berasal dari Riau, kemudian
melalui suratnya dia memperkenalkan aku dengan "LIA"... ia meminta
kepadaku untuk mengirim surat ke alamat LIA, dan aku yang saat itu
memang lagi senang-senangnya berkenalan dan hampir setiap minggu ke
kantor post buat kirimi teman-temanku surat akhirnya menulis surat juga
buat LIA...tentunya surat awal adalah surat berkenalan dengan
mencantumkan Biodata bak lamaran pekerjaan. Berkirim surat dan menerima
surat bagiku saat itu adalah hobby yang menyenangkan mungkin kalau
diistilahkan seperti orang kecanduan..(Asal jgn kecanduan narkoba
ajalah)...
Gayung
bersambut, suratku dibalasnya, dia menerima tawaran persahabatanku,
balas membalaspun terjadi sampai sahabatku yang mengenaliku dengan Lia
entah kemana, "Ria" bukannya aku lupa padanya, tapi aku tak tahu
kabarnya setelah ada musibah di Kotanya, saat itu aku masih duduk di
bangku SMP, surat terakhirnya menceritakan padaku di kotanya terjadi
bencana banjir yang cukup mengganggu, barang-barangnya banyak yang
rusak terendam, bahkan tetangganya banyak yang memilih mengungsi
sementara, karena sepertinya akan datang banjir susulan yang berasal
dari sungai di tempat tinggalnya. Dia hanya berkirim surat secara
singkat, intinya saja...mungkin karena kondisinya sehingga dia
tergesa-gesa, bahkan tulisannyapun tak begitu rapi, namun dia
menyelipkan sebuah photo di dalam suratnya, photo itu masih aku
simpan...photo berdua bersama saudara perempuannya di sebuah pantai yg
indah, manis....dia sahabatku yang manis dan baik, tapi aku tak
mengerti mengapa surat terakhirku tak dibalas lagi, mungkinkah benar
banjir susulan itu datang dan menghanyutkan surat-suratku sehingga ia
tak bisa membalasnya karena kehilangan alamat, atau dia mengungsi
bahkan kemungkinan pindah rumah. Aku coba kirim lagi beberapa kali,
tapi tak pernah juga di balas, karena setiap kali kirim surat tak
dibalas juga, aku berpikir dia sudah tak di alamatnya itu,
Yaa...sudahlah, aku hanya bisa berharap semoga sahabatku yang manis dan
baik hati itu tetap dalam lindungan yang kuasa...Amiin...
Kembali ke surat Lia...
Lia
ternyata gadis yg kreatif, dia seumuran denganku, terkadang dalam
amplop suratnya dia menyertai hasil karya tangannya, seperti namaku dan
namanya yang kemudian dia beri hiasan dan dilaminating kemudian
digunting dan diberi hiasan pita emas atau pita warna,cantik dan
menarik. Akupun mengumpulkan pernakpernik yang dia kirim untukku, tak
lupa aku membalasnya dengan mengirimkan juga suvenir untuknya, tapi
bedanya aku dengan membeli di toko suvenir khas Lombok, katanya sih dia
juga suka. Terlepas dari suka atau tidak paling enggak aku sudah
berusaha untuk membalas kebaikannya yang sudah bersusah payah membuat
karya untukku walau aku balas dengan hasil karya orang lain...namanya
aja nggak kreatif nggak bisa dipaksa juga ya untuk buat sendiri...__
Lia juga sering mengirimi aku photonya, dia cantik mirip-mirip Nike
Ardila gitu dech...Photo-photonya semua masih aku simpan. Dan beberapa
waktu lalu aku membuka albumku koleksi sahabat penaku dan teman-teman
masa kecilku, aku pandangi photonya dan aku rindu ingin berkirim kabar
lagi. Hubunganku dengan Lia mulai jarang sejak aku menikah 5th yang
lalu, aku sibuk dengan semua kewajibanku sebagai istri, terlebih lagi
saat aku mempunyai anak, padahal saat itu aku juga harus ikut membantu
memperjuangkan bisnis suamiku yang baru beberapa tahun dirintisnya, dan
Alhamdulillah usaha dan pengorbanan kami tidak sia-sia, nikmatnya baru
kami rasakan setelah si buah hati hadir diantara kami. (Laa..kok pindah
curhat keluarga sih)...Belok lagi yuuk..Aku bukannya melupakan Lia,
tapi seperti yang aku bilang tadi, waktuku tersita dengan kesibukanku
sebagai Ibu Rumah Tangga sekaligus karyawati suamiku sendiri, maklum
waktu itu kami belum punya pegawai...sekarang sih Alhamdulillah sudah
mampu bayar pegawai tapi aku tetap ikut bergelut di dunia bisnis
suamiku...(Laa...balik lagi, anggap selingan aja dech)...Dan
persahabatanku dengan Lia sepertinya sudah lekat di hatiku, terbukti
setelah beberapa tahun tak berkirim kabar aku merindukannya, rindu
suratnya yang bercerita tentang hari-harinya,berbagi suka duka...Ach
Andai saja dia ada di sini bersamaku atau aku bisa bertemu dikotanya
"Bogor" kota yang sampai detik ini belum aku kunjungi namun suatu saat
aku berniat untuk bisa datang di kota itu. Kebetulan aku punya 2
ponakan juga yg kuliah di IPB....smoga niatku ini kesampaian dan
kemungkinan aku akan mencoba mencari-cari alamat tempat tinggal Lia
atau mungkin janjian ketemu di mana..."Menghayal tingkat tinggi".
Ya
sudahlah....aku mau pamitan ke kantor Post dulu kirim surat buat
Lia...smoga enggak pindah dech alamatnya, supaya suratku bisa diterima
dan dibalas sehingga silaturrahmi yang sempat tersendat bisa nyambung
kembali...Amiiin...__
Rabu, 29 Desember 2010
WAKTU PAKE' MOTOR DI DEPAN SEBUAH POM BENSIN, DI DEPANKU ADA PENGENDARA VESVA UNIK...DI HELM BAGIAN BELAKANGNYA ADA STIKER
"AWAS...!!...ANDA BERADA DI BELAKANG ORANG GANTENG"
PENASARAN DUNK...SEGANTENG APA SIH ORANG YG SOK GANTENG DI DEPANKU
LALU AKU SAMPINGIN DIA, DI HELM BAGIAN KANAN ADA STIKER LAGI
"HATI-HATI PENIPUAN"
(BEEUUUHH...MAKIN PENASARAN DOONK)
PAS LAMPU MERAH DIA NENGOK KE ARAHKU
EH MASIH ADA LAGI STIKER DI HELM BAGIAN DEPAN
"SATU MONYET KETIPU LAGI"
AKU MAU NGATAIN DIA JELEK,
TAPI SEBELUM AKU NGATAIN DIA,...
TU ORANG NGATAIN AKU DULUAN..__
**GUBRAK**.....KENA DECH GUE...
Selasa, 28 Desember 2010
"BERANJAK DEWASA"
Aku
berpadu dengan keheningan yang dalam….
Namun
ketika KAU taburkan rasa sayang,
Hatiku
secerah langit malam.
Kubingkai
kata demi kata
Kupuja
engkau kuharap kau pahami
Jiwa
takkan punya pelangi
Jika
mata tak meneteskan air mata,
Hati
takkan hidup sebelum merasakan derita.
Mungkin kita perlu belajar dari penderitaan
Untuk dapat membuat kita bijaksana
Dan mengingat kembali wajah" yang
membantu kita menerangi perjalanan
Hingga kita temukan sikap untuk dapat beranjak
dewasa
Rasa manis yang
terteguk dari puluhan gelas gula
Takkan sampai ke hati
bila kita meminumnya bersama air mata
Karena urat"
tubuh akan mengkerut bila tersiram duka
….Pun rasa pahit yang
melilit takkan bisa mengikat kita
Dalam rasa sempit bila
kita meneguknya dengan rela
Dan tetap tersenyum
dengan jiwa.
---- Ku persembahkan untukmu "Suamiku"
Celengan Ayam Jago si kecil
Langsung saja aku membuka bloggerku yg emang blum banyak hasil postingnya ini jika di banding teman-temin lainnya di dunia Blog...Kali ini aku ngeblog dengan rasa sedikit dongkol ( Enggak dongkol bangget sich)... tapi bercampur syukur dengan satu hal yg membuat aku bangga.
Lanjut yuk baca curhatku...!!
*
Belajar Mengaji
*
Belajar Mengaji
Tadi pagi-pagi (subuh,red) aku mengajari buah hatiku yang masih berumur 3th 6bln untuk mengaji...Ada rasa bangga padanya karena ternyata dia sudah hapal membaca huruf hija'iyah (huruf Al-Qur'an)__...padahal, aku sudah cukup lama tidak melaksanakan rutinitasku mengajarnya mengaji. Aku ingat terakhir aku membimbingnya sebelum lebaran kurban (sudah cukup lama too..??) dan aku ingat waktu itu dia masih belum hapal betul membaca huruf hija'iyah, masih perlu diingatkan walau hanya ujung katanya saja, dan tiba-tiba tadi selesai sholat subuh dia yg meminta kepadaku untuk mengaji, sedikit mengulang kata-katanya "Bunda, ad ngaji..!!" Spontan aja aku ambil Al-Qur'anku di mana Al-Qur'an yg menjadi Mas kawin pernikahanku itu di dalamnya terdapat barisan huruf hija'iyah sebagai pengenalan...berhubung aku belum membelikan untuknya Iqro' khusus, aku gunakan saja Al-Qur'an tersebut sebagai sarana belajar mengajinya.
*
Hapal tanpa sepengetahuanku
*
Hapal tanpa sepengetahuanku
SubhanAllah...dia membaca begitu lancarnya, tanpa harus aku ingatkan awal katanya seperti waktu sebelumnya...Bagaimana mungkin dia menghapal tanpa dibimbing, atau mungkin diam-diam dia menghapal sendiri..__Bukankan otak anak kecil seusianya lagi hangat-hangatnya menghapal laksana kaset rekaman, tapi knapa aku tidak pernah tahu...?? Ternyata aku bukanlah seorang Ibu yg bijak, kurang perhatian, bahkan perkembangan anakku sendiripun aku tidak tahu...Bodoh, tolol...aku malu pada diriku sendiri, tapi di balik itu tetap mensyukuri karunia Illahi...
Karena sudah hapal dengan baik, akupun berniat membelikannya Iqro' khusus agar dia lebih bersemangat lagi belajar mengaji. Aku kemudian janji "Ntar sehabis bunda masak, kita ke toko beli Iqro' ya...!!"..__ Tentunya dia sangat girang sampai jingkrak-jingkrak sambil berteriak "Beli Iqro'..beli iqro'...beli iqro'..." Walaupun menurut aku dia belum paham apa itu Iqro', tapi aku sudah menjelaskannya baha Iqro' itu adalah buku pelajaran mengaji (Hmm...bingung bikin kata-katanya yg enak)..__
*
Kartun Crisna
*
Kartun Crisna
Setelah itu, dia minta nonton "Crisna" sebuah film kartun India yg sudah diterjemahkan dengan bahasa Indonesia. Anakku yg bernama lengkap "Ghofari Rahman Aranda Putra" ini sangat menyukai film, bahkan film laga dewasapun dia suka...memang aku pernah mendengar ada efek negatif dari film laga, tapi aku rasa ada efek positifnya juga. Ini hanya sekedar hoby yg aku nilai dari buah hatiku Randa, sebab itu setiap kali jalan-jalan, atau shoping ke Mall atau bahkan hanya ke toko kecil, jika dia melihat ada pedagang kaset CD/DVD dia selalu minta untuk dibelikan walau hanya satu. Aku mulai memutarkannya film kartun "Crisna"..__ Tapi tiba-tiba di tengah keAsyikkannya menonton dia bergegas lari menuju ke tempat mainannya,karena rumah kami penuh dengan barang-barang elektronik (computer/laptop,printer dan sperpatnya)----> Maklum suamiku wiraswasta yg bergerak di bidang ini, -- maka mainan si kecil kami alihkan ke garasi, tapi mainanya sudah ada Box-Box khususnya, jadi smua teratur dan gampang di cari. Dan di tempat mainan itu juga, Randa (panggilan si kecil) menyimpan celengan ayamnya, yg dia beli beberapa bulan lalu dari sisa uang jajannya sekolah. Dia bergegas membawanya padaku, dan meminta supaya aku membukanya untuk beli Iqro'. SubhanAllah...anakku bisa berpikir sejauh itu, aku semakin merasa bangga. Aku memang mengajarinya menabung, baik di sekolahnya ataupun di rumah. Kalau yg di sekolah memang aku yg memberi/menentukan jumlah tabungannya, tapi yg di rumah terserah dia. Dan dia sudah paham arti menabung, dia mengerti bahwa di dalam celengan ayamnya ada uang miliknya yg sudah dikumpulkan dan mungkin dia juga merasakan bahwa jumlah tabungannya sudah cukup banyak, mengingat dia setiap hari selalu memasukkan sisa belanjanya ke dalam celengannya, dan jika ada keluarga atau teman ayahnya yg memberinya uang, dia seringkali memilih untuk menabungnya. Maklum anak kecil, kalau ketemu pak de atau bu de nya seringkali di sangu uang, aku kecilnya juga dulu begitu...Sudah Tradisi...__
*
Pembongkaran celengan
*
Pembongkaran celengan
Akhirnya pembongkaran celengan ayam dilaksanakan, Berlahan-lahan tapi pasti dengan cara yg rapi, aku buka si ayam jago merah dengan menyobek bagian bawahnya menggunakan kater...Dan.._---> serr..serr..serr..uang receh berhamburan keluar, di susul uang 4 ribu rupiah saja....Dan...aku mencoba merogoh ke dalam celengan, aku pukul-pukul dan aku menyobeknya lebih besar lagi...Habis...sudah tidak ada lagi isinya, Hah...Kemana...??
Ternyata, setelah aku cek, lubang celengan sedikit menganga, seperti bekas congkelan...Ada maling iseng, uang di celengan si kecil di ambil dengan cara mencungkilnya. Padahal isinya lumayan banyak....sekitar 300ribuanlah, karena Randa seringkali nyeleng duit 50 atau 20 ribuan, belum lagi sisa belanjanya ribu-ribuan setiap harinya. Kecewa...Aku tentu kecewa, lebih kecewa karena melihat si kecil ikut kecewa...dia bertanya, "Bunda...uang ad mana..?" Aku bingung menjawabnya, kalau jujur dia pasti tambah kecewa, tapi kalau bohong, itu pasti bukan pilihan yg tepat. Sementara aku alihkan perhatiannya, untung pembantuku datang dan aku meminta si bibik untuk mengajaknya bermain dahulu sementara aku berpikir menjawab pertanyaannya.
*
*
Siapa yg dicurigai
Aku tidak tahu harus mencurigai siapa, aku bukan mempermasalahkan nominalnya, tapi aku sedih melihat kekecewaan buah hatiku yg sudah berusaha menabung tapi tidak melihat hasilnya. Tahu begitu, mending dihabiskan aja buat jajan atau beli mainan atau apa aja yg dia suka. Tapi menyesal tidak pernah di awal, slalu di akhir.
Bibik (panggilan untuk pembantuku), diakah pelakunya...?? Ach..aku rasa tidak..knapa dia harus mengambil yg kecil, padahal setiap harinya dia melihat uang hasil kerja suamiku yg biasa disimpan di ruang kerjanya tanpa di konci, bahkan seringkali bibik menemukan uang suamiku di lantai atau di saku celana, tapi selalu dikembalikan. Maklum suamiku memang kurang teliti dalam penyimpanan uang. Bibik juga pernah mengembalikan perhiasanku yg tertinggal di kamar mandi pada saat dia sedang membersihkan kamar mandi, dia juga sering kami percaya menerima setoran BTS Internet jika aku dan suamiku tidak di rumah, bahkan makanan yg ada di rumahpun tidak akan dia makan jika aku tak menyuruhnya. Yg aku tahu, bibikku seorang yg jujur, selama ini dia tidak pernah mencuri dan tidak ada cerita dari majikannya sebelumnya bahwa dia suka mencuri. Aku tidak yakin jika dia pelakunya, mungkinkah orang lain...Tapi siapa..??
*
Yach...rumahku memang seringkali kedatangan tamu, mulai dari pelanggan suamiku, orang-orang baru yg akan menjadi pelanggannya, teman-teman dekatnya, keluargaku sendiri dan beberapa tetanggaku juga suka main ke rumahku. Aku tinggal di sebuah komplek perumahan tepatnya "BTN Al-Baiduri" yg terletak tidak jauh dari pusat keramaian di kota kecilku. Aku mempunyai banyak teman dari berbagai kalangan, pun suamiku karena kami sama-sama suka bergaul. Bahkan para pembantu di komplekku sering datang ke rumah membawa anak majikan mereka untuk bermain bersama anakku. Maklum di sana banyak bocah-bocahnya dengan orangtua yg rata-rata sibuk dengan urusan kantor, sehingga anak-anak mereka dititip sama bedinde mereka masing-masing. Nah kalau sudah begini...siapa yg aku curigai...?? Aku melihat mereka semua selalu bersikap baik padaku, tapi aku juga tidak tahu sebatas mana kejujuran mereka. Ini kesalahanku, terlalu ceroboh dan tidak hati-hati. Harusnya Si Ayam Jago, nggak usah disimpen di Garasi, tapi dibuatkan kandang sendiri di tempat yg lebih aman. Ini pelajaran buat aku, Lagi...belajar terus setelah beberapa waktu lalu aku pernah posting mengenai pelajaran hidup di kompleks perumahan...Orang yg terlihat baik belum tentu jujur...Waspadalah...Waspadalah...!!
Dan aku masih berpikir tentang jawaban untuk si kecil...
Bagaimana jika aku berbohong demi kepuasannya, aku ganti uangnya dengan uangku yg kira-kira sama bilangannya dengan yg pernah dia celengkan. Dan aku katakan itu hasil tabungannya kemudian aku ajak dia ikut untuk membeli Iqro' dan mainan seperti yg dia mau.
Bagaimana menurut anda, Apa yg harus aku lakukan..??
Monggo sarannya...!!!
*
Yach...rumahku memang seringkali kedatangan tamu, mulai dari pelanggan suamiku, orang-orang baru yg akan menjadi pelanggannya, teman-teman dekatnya, keluargaku sendiri dan beberapa tetanggaku juga suka main ke rumahku. Aku tinggal di sebuah komplek perumahan tepatnya "BTN Al-Baiduri" yg terletak tidak jauh dari pusat keramaian di kota kecilku. Aku mempunyai banyak teman dari berbagai kalangan, pun suamiku karena kami sama-sama suka bergaul. Bahkan para pembantu di komplekku sering datang ke rumah membawa anak majikan mereka untuk bermain bersama anakku. Maklum di sana banyak bocah-bocahnya dengan orangtua yg rata-rata sibuk dengan urusan kantor, sehingga anak-anak mereka dititip sama bedinde mereka masing-masing. Nah kalau sudah begini...siapa yg aku curigai...?? Aku melihat mereka semua selalu bersikap baik padaku, tapi aku juga tidak tahu sebatas mana kejujuran mereka. Ini kesalahanku, terlalu ceroboh dan tidak hati-hati. Harusnya Si Ayam Jago, nggak usah disimpen di Garasi, tapi dibuatkan kandang sendiri di tempat yg lebih aman. Ini pelajaran buat aku, Lagi...belajar terus setelah beberapa waktu lalu aku pernah posting mengenai pelajaran hidup di kompleks perumahan...Orang yg terlihat baik belum tentu jujur...Waspadalah...Waspadalah...!!
Dan aku masih berpikir tentang jawaban untuk si kecil...
Bagaimana jika aku berbohong demi kepuasannya, aku ganti uangnya dengan uangku yg kira-kira sama bilangannya dengan yg pernah dia celengkan. Dan aku katakan itu hasil tabungannya kemudian aku ajak dia ikut untuk membeli Iqro' dan mainan seperti yg dia mau.
Bagaimana menurut anda, Apa yg harus aku lakukan..??
Monggo sarannya...!!!
Langganan:
Postingan (Atom)


