Di kotaku hujan turun lagi, memang beberapa hari ini hujan begitu aktif mengguyur kota kecilku
yg sudah cukup lama tak bersua dengan hujan, hanya mendung tapi kembali panas...
Alhamdulillah sekarang hujan lagi walau hujannya sepertinya ngerapel gitu karena awet banget.
Cuaca yang lumayan dingin membuat aku kurang nafsu makan, sarapan seadanya dan terpaksa, makan siangpun tidak.
Tapi saat aku mulai menyiapkan suapan pertama, si kecil sudah duduk di depanku meminta untuk disuapi, akhirnya suapan pertama untuknya, aku menyiapkan lagi untukku sesuap berikutnya, tapi sang suami meminta disuapi juga, suapan berikutnya sikecil lagi lalu ayahnya lagi, berikutnya si kecil kemudian ayahnya lagi...begitu seterusnya sampai sepiring nasiku habis untuk mereka berdua...akupun bergegas menambah satu entong nasi lagi, tapi lagi..lagi..mereka minta disuapi, wah...wah...wah...ni pasukan doyan apa lapar ya...???
Sudah dua piring mereka habiskan berdua, padahal mereka sudah makan siang, Nah aku...?? Perutku yang keroncongan harus tertunda lagi untuk diisi demi orang-orang yang sangat aku cinta...Tentunya ada kepuasan tersendiri melihat mereka makan walaupun yang mereka makan seharusnya bagianku, tapi bukan berarti perutku kenyang melihat mereka kenyang...yang keroncongan ya tetep aja keroncongan dan harus segera di isi. Akhirnya tiba juga giliranku ....dan akupun makan dengan sukses...Alhamdulillah...__
Saat jam makan siang aku menyiapkan makan untuk suami dan putra semata wayangku, dan aku tetap menemani mereka menikmati makan siang tanpa ikut makan karena nafsu makanku benar2 sudah musnah..__
Usai makan siang aku menemani si kecil bermain, nonton kartun dan apa saja yg dia mau...siang itu si kecil menolak untuk tidur siang, kebetulan hari ini suamiku pull di rumah, mungkin si kecil juga senang melihat ayahnya ada di rumah dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untukbercanda dan bermain bersama.
Bermain,bercanda dan bla..bla..bla..bersama buah hati dan suamiku membuat kami semua lupa waktu, tak terasa sudah sore, aku melihat ke arah jam dinding sudah pukul lima sore..Ho..ho...ada yg berbunyi...Ach ternyata hanya suara perutku saja yang rupanya sudah keroncongan karena tidak makan siang dan hanya sarapan seadanya.
Kali ini, perutku tidak mau kompromi, dia berontak untuk diisi....dan akhirnya akupun memutuskan untuk makan. Beralih ke dapur untuk mengambil sepiring nasi dan lauk seadanya, tapi aku memilih makan di arena bermain si kecil....sepertinya akan lebih nikmat makan sambil melihatnya bermain dengan paa mobil2an dan pasukan power rangerx...
Selasa, 21 Desember 2010
suapan untuk buah hati dan suamiku
Suapan untuk Buah Hati dan Suamiku
yg sudah cukup lama tak bersua dengan hujan, hanya mendung tapi kembali panas...
Alhamdulillah sekarang hujan lagi walau hujannya sepertinya ngerapel gitu karena awet banget.
Cuaca yang lumayan dingin membuat aku kurang nafsu makan, sarapan seadanya dan terpaksa, makan siangpun tidak.
Saat jam makan siang aku menyiapkan makan untuk suami dan putra semata wayangku, dan aku tetap menemani mereka menikmati makan siang tanpa ikut makan karena nafsu makanku benar2 sudah musnah..__
Usai makan siang aku menemani si kecil bermain, nonton kartun dan apa saja yg dia mau...siang itu si kecil menolak untuk tidur siang, kebetulan hari ini suamiku pull di rumah, mungkin si kecil juga senang melihat ayahnya ada di rumah dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untukbercanda dan bermain bersama.
Bermain,bercanda dan bla..bla..bla..bersama buah hati dan suamiku membuat kami semua lupa waktu, tak terasa sudah sore, aku melihat ke arah jam dinding sudah pukul
Kali ini, perutku tidak mau kompromi, dia berontak untuk diisi....dan akhirnya akupun memutuskan untuk makan. Beralih ke dapur untuk mengambil sepiring nasi dan lauk seadanya, tapi aku memilih makan di arena bermain si kecil....sepertinya akan lebih nikmat makan sambil melihatnya bermain dengan para mobil2an dan pasukan power rangerx...
Tapi saat aku mulai menyiapkan suapan pertama, si kecil sudah duduk di depanku meminta untuk disuapi, akhirnya suapan pertama untuknya, aku menyiapkan lagi untukku sesuap berikutnya, tapi sang suami meminta disuapi juga, suapan berikutnya sikecil lagi lalu ayahnya lagi, berikutnya si kecil kemudian ayahnya lagi...begitu seterusnya sampai sepiring nasiku habis untuk mereka berdua...akupun bergegas menambah satu entong nasi lagi, tapi lagi..lagi..mereka minta disuapi, wah...wah...wah...ni pasukan doyan apa lapar ya...???
Sudah dua piring mereka habiskan berdua, padahal mereka sudah makan siang, Nah aku...?? Perutku yang keroncongan harus tertunda lagi untuk diisi demi orang-orang yang sangat aku cinta...Tentunya ada kepuasan tersendiri melihat mereka makan walaupun yang mereka makan seharusnya bagianku, tapi bukan berarti perutku kenyang melihat mereka kenyang...yang keroncongan ya tetep aja keroncongan dan harus segera di isi. Akhirnya tiba juga giliranku ....dan akupun makan dengan sukses...Alhamdulillah...__
** BELAJAR MEMBACA MUSIM **
Cuaca membaca musim
melalui rahasia HUJAN dan KEMARAU
Pada BUMI danCAKRAWALA
*
Seperti itulah...
Aku membaca PIKIRANMU
melalui pancaran mata
dan MENGEJA seribu ucapan
melalui sepatah kata pertama
*
Belajar membaca CAHAYA...
dalam kegelapan yang melingkup
membuka kelopak mata...
Lalu membaca tulisan ANGIN..
pada DEBU di permukaan TANAH
dan GUGURnya daun kering
*
CUACA membaca MUSIM
melalui rahasia HUJAN dan KEMARAU
di wajahmu aku membaca CINTA
dan karena pancarannya
AKU hampir kehilangan MAKNA
sebab CAHAYANYA terlalu terang
dan CINTA satu-satunya tafsir tunggalku..--__
Kamis, 02 Desember 2010
" H U J A N "
Hujan turun lagi di kotaku
Saat hatiku resah, gundah menahan marah
Basah lagi..__
Dan aku menggigil kedinginan
namun hatiku gersang
seperti tak ada tetesan yg membasuh
Tidak ada mentari
masih sembunyi di balik mendung
Dan tidak muncul pula pelangi
yang akan menghiasi bumi
Kucoba tuk bernyanyi...
tapi terdengar seperti nyanyian orang mati
Aku kesepian dalam hiruk pikuk keramaian
Aku sendiri dalam rasa yg tak menentu
Antara bahagia dan gelisah
disela-sela ketenangan dan marah
Hujan turun melepaskan segala kerinduan di bumi
Bercerita tentang s'gala keindahan Negeri di awan
Hujan adalah sebuah beban kebahagiaan...
Yang terbagi bersama bumi yang merindukan
Hujan s'lalu datang memberikan kesejukan di bumi ini
Tapi hujan tak pernah sanggup
menyirami hatikuku yg gersang
Adakah perubahan itu, akan datang
setelah sekian lama aku terbang
Rabu, 01 Desember 2010
** INTROVEKSI DIRI **
SubhanAllah...__
Lama skali sy tidak mrasakan sesak di dada karna sakit hati jika ada
orang-orang yang membuat fitnah kpd sy. Slama ini sy sudah brusaha bersikap
baik, agar sy slamat dr guncingan dan fitnah, karna hidup di dalam kompleks
perumahan sprt tmpat tinggal sy adalah sgt besar kemungkinannya dibicarakan
tetangga. Itulah sebabnya sy slalu berusaha menjaga lisan sy, menjaga sikap dan
bahasa tubuh sy semaksimal mungkin baik dalam lingkungan tmpat tinggal sy juga
dlm keluarga sy. Namun trnyata smuanya blum maksimal dan tidak akan prnah
maksimal....Sy sllu teguh dengan prinsip sy "Mengalah bukan berarti kalah",
tetapi menjadi orang yang terlalu mengalah juga salah, ada sebagian orang bisa
menghargai sikap mengalah kita, namun tidak sedikit juga orang yang menjatuhkan
kita disaat kita mncoba utk mengalah. Tp prinsip tetaplah prinsip, sampai detik
ini sy masih ttp memegangnya sebagai bekal sy menyalamatkan diri dari kebencian
orang-orang di sekitar sy, namun yang harus dirubah adalah bagaimana menyikapi
prinsip itu sendiri.
Jujur dadaku sesak saat ini, darah jantungku trasa mendidih dan suhunya
sangat panas, tapi otakku beku bak es batu yg hampir tak bisa lg mencair,
kulitku trasa melepuh seperti hatiku yg kian mengeras..Seakan smua anggota
tubuhku ikut mrasakan kehancuranku di saat ini, disaat sy mengetahui bahwa
orang yg slama ini sy anggap baik, ikhlas, tulus adalah benar-benar orang yang
baik lahir bathin. Sayang tiga tahun mengenal mereka tidak cukup untuk
menyimpulkan mereka adalah orang yg baik.
Mungkin tak layak jika sy harus secara detail menceritakan permasalahan sy,
krn di dalamnya ada masalah orang lain juga yang tentunya berkaitan dengan sy.
Intinya, hanya karena bicara dlm kondisi bercanda ada seseorang yg tersinggung
dengan kalimat yang sy ucapkan, sebenarnya bukan menyinggung dia hanya saja
sepertinya orangnya terlalu sensitif sehingga terlalu merasakan kalimat sy
sepenuhnya utk menjatuhkan dia, padahal sy sama skali tidak bermaksud
menjatuhkan siapapun, atau mungkin juga karena kalimat sy terlalu mengena di
hatinya walau sy tak bermaksud menyakitinya. Karena rasa sakit hatinya dengan
kalimat canda sy itu membuat dia seolah-olah ngin membalas dendamnya dengan
menghasut orang-orang yg dekat dengan sy utk tidak menyukai sy dan menuduh sy
yg tidak-tidak. Sy tinggal di Kompleks perumahan,seperti layaknya perumahan di
mana-mana para ibu-ibu di tmpat tersebut sebagian besar menyukai kegiatan yg
bernama “GOSIP”..__malah mereka akan betah skali duduk smpai berjam-jam hanya
karena gosip. Dan…yang membuat sy lebih tidak suka lagi, dia berhasil
mempengaruhi orang yg slama ini sy tahu baik pd sy, mungkin karena dia membolak
balikkan fakta atau entahlah dia bicara apa sampai-sampai orang yg slama ini
bisa dikatakan dia dekat dan baik pd sy malah ikut-ikutan membicarakan sy…yg
lucu, apa yg dia katakan sama sekali tidak benar. TERL ALU….. itu sangat
menyakitkan sy, karena kebusukan bibirnya sy merasa menjadi orang yg cukup
rendah di sebagian tetangga walaupun tidak semua, ada sebagian lagi yang tidak
percaya dengan omongannya, namun bagaimanapun sy merasa malu,direndahkan dan
dipojokkan seolah-olah sy adalah terdakwa yg memang benar-benar bersalah adalah
pukulan yg menyakitkan buat sy sementara itu sama sekali tidak benar. Pandainya
mulut bicara memutar balikan kata hingga dpt meyakinkan orang lain percaya
padanya yg berdusta, memfitnah,dan menjatuhkan orang lain, tak perduli itu dosa
dan berakibat fatal bagi orang lain bahkan baginya juga. Lupa kalau Tuhan
selalu akan melindungi yg benar dan yg salah tetaplah salah.
Alhamdulillah…memang sekarang suasana sudah membaik, tetapi sy masih saja
merasakan sakitnya karena tidak terima dibicarakan seperti itu.
SubhanAllah…sangat benar firman-firman Allah dan hadist-hadist Rosul yg
mengingatkan kita akan BAHAYA LISAN..__
Astagfirullah..__...
Sy sangat menyesali keadaan ini, tak pernah terbayangkan di pikiran sy untuk
menghancurkan orang lain, menjatuhkan harga diri orang atau menghina sesama sy,
karena sy sangat menyadari smua kekurangan sy, kelemahan dan kedudukan sy
sebagai insan yg lemah. Sy cukup tahu diri, dan tak pernah berniat menjadi
pengacau atau bahasa kerennya sekarang kalau tidak salah Propokator..tp knapa
sy yg dituduh sebagai pelakunya. Bukankah tak ada untungnya buat sy, buat kita
smua utk membicarakan kejelekan atau kekurangan orang lain. Dan jika sy tidak
suka diusik ketenangan sy, untuk apa sy mengusik ketenangan orang lain, jika sy
tidak suka diadu domba knapa sy mengadu domba orang lain, domba aja nggak suka
di adu kok malah manusia diadu ma domba… Smoga selamatlah orang yg telah
membuat aib utk sy, disejahterakan hidupnya dan diampuni dosanya.
....__INTROVEKSI DIRI….___
*BerCanda yg berlebihan*
Terkadang kita bercanda asal bunyi aja (ASBUN: singkatan yg diresmikan.red_)
tanpa kita sadari dan mungkin tidak kita niati kalimat kita tersebut telah
menyakiti hati orang-orang di sekitar kita walaupun itu dengan kalimat yg
sederhana seperti pengalaman sy. Tidak jarang juga, orang menyalah artikan
kata-kata kita padahal bukan seperti itu yg kita maksudkan, tp namanya udah
sakit hati ya tetap sakit dan tidak ada toleransi utk menerima tawaran
penjelasan dr apa yg sudah kita katakan, dia tetap pada maksudnya, pada
pemahamannya yg salah dan pada egonya tentunya..
Sering juga sy alami di lingkungan sy saat berkumpul dan bercanda, tak
jarang ada celetukan-celetukan kasar atau hinaan pada sesama…misalnya memanggil
teman dengan kekurangan anggota tubuhnya “ee pincang”..”pele” (bhs lombok yg
berarti _ matanya cacat sebelah)..”kurus” (panggilan utk orang kurus) ato
“oboh” (panggilan utk org yg berbadan gemuk), “Bulat” ( panggilan utk orang yg
berkulit hitam), “Jring” (panggilan utk orang yg berambut kriting ikal),
“Pontot” (panggilan utk orang yg berbadan pendek), “tompel” (panggilan utk yg
mempunyai tompel), dan banyak lagi panggilan-panggilan yg menyebutkan
kekurangan fisik seseorang…Lalu apa kita sudah sempurna dengan memanggil orang
lain seperti itu.
Pernah juga sy mendengar teman bercanda, dia mau mentraktir makan tp dia
dengan PDnya bilang, “sy aja yg traktir kan
sy banyak uang hasil bisnis sy, lagian kalian kan
semua pelit-pelit, nggak berani bayar takutnya uang dapurnya kurang, maklum penghasilan
pas-pasan…kalau sy banyak uang sampingannya dan bisa cari sendiri, nggak kayak
kalian Cuma ngarep dr suami aja”…
Hoo..hoo…menurut anda layakkah kita bicara seperti itu…?? Kalau mau
mentraktir, ya traktir aja bu’…nggak usah pake ngoceh, pidato panjang lebar
gitu…yg emangnya mau dpt pahala krn mengenyangkan temen dan bagi-bagi rezekya
malah nggak jd, diganti ma dosa krn sudah menyinggung orang lain jika ada yg
tersinggung dengan bahasa candanya, dan dosa karena kesombongannya yg lebih
rezekynya, dan tanpa disadari kalimatnya telah menurunkan derajatnya., bukankah
itu bukan bahasa orang yg berpendidikan sedangkan yg bicara adalah orang yg
sangat paham pendidikan...__
Ada lagi yg perlu kita jaga pada saat bercanda/bergaul…terkadang kita juga
bukannya tak sengaja tp ini pasti disengaja…menyenggol, mendorong, menarik
sampai jatuh, seperti apa yg dilakukan di acara Overa Van Java….tp kalo’ OVJ
itukan ngelawak, walau aku terkadang kasian jg ma bintang tamunx yg dikompakkin
utk dijahilin, yach ini di luar OVJ…tp cara kita di lingkungan kita. Mungkin
sebagian teman bisa terima, tapi bagaimana dengan teman yg tidak suka
diperlakukan seperti itu. Sy jg pernah mengalami hal ini, teman-teman bercanda
dan sebagian teman kompak utk menjahili teman lainnya dengan mengangkat teman
lainnya (satu orang) lalu memasukkannya ke dalam parit yg kering, setelah itu
mereka mentertawakannya beramai-ramai, walau bukan sy yg diperlakukan begitu,
dan sy tidak juga menjadi pelakunya, tp sy mrasa kasian dan malu melihatnya,
seandainya dia itu adalah sy, pasti sy dah nangis…hhhhhh…maklum sy terlalu
cengeng dan perasa..__
*Bicara tanpa kendali*
Terkadang juga kita bicara terlalu banyak, seperti kata orang “TONG KOSONG
NYARING BUNYINYA” apalagi kalo pake kaleng susu, diisi krikil, dilempar ke
jalan, kemudian ditendang-tendang kayak bola, Naah…itu persis seperti kebiasaan
ibu-ibu yg doyan gosip tp ngk mutu..__
Bicara terlalu asyik buat orang-orang yang hoby melakoninya, terutama para
BIGOS MANIA (Biang Gosip), tanpa disadari omongan dah kemana-mana tuch, entah
ngurusi rumah tangga oranglah, entah ngurusi harta dan hutang oranglah (mending
mau di bayarin), entah ngomongin isi dapur tetanggalah, entah tuduhan
aneh-anehlah, yg penting bisa ngomongin kejelekannya orang, yg bagus-bagus mah
nggak prnah disebut bahkan ngk perduli ma kebaikan orang yg diurus
jelek-jeleknya doang, atau sekedar coment setelah si pulan lewat di depan
mereka yg sedang asyik ngerumpi…mentertawakan satu demi satu orang yg di
lihatnya, mengejeknya dgn mencibir, coment bajunyalah, coment, kacamatanya,
coment dandananya, coment sepatunya/sandalnya…Ach..pokoknya ngk penting
gitu…maklum orang seperti itu mungkin merasa dirinya sudah sempurna. Hmm…”MEMANG
LIDAH TAK BERTULANG”..__…BUT..orang-orang seperti itu kira-kira dapet untung
apa ya…??
Selasa, 30 November 2010
Menyembunyikan Hati
Menyembunyikan duka di balik tawa...
Memendam lara di balik senyum mesra...
Saat hati luka di gores...
Ketika airmata sayu bergenang...
Diri terpaksa menahan tangis...
Tiap kali jiwa bergelora...
Di pendam segala marah, tangis dan lara...
Walau seringkali di uji kesabaran...
Rela segalanya terjadi jua...
Menyembunyikan hati yg tersayat...
Menyudut dalam perasaan yg terluka...
Lalu di simpan segalanya di kamar hati...
Memendam lara di balik senyum mesra...
Saat hati luka di gores...
Ketika airmata sayu bergenang...
Diri terpaksa menahan tangis...
Tiap kali jiwa bergelora...
Di pendam segala marah, tangis dan lara...
Walau seringkali di uji kesabaran...
Rela segalanya terjadi jua...
Menyembunyikan hati yg tersayat...
Menyudut dalam perasaan yg terluka...
Lalu di simpan segalanya di kamar hati...
Tanpa disadari, tetesan kesedihan itu hadir
Menemaniku di sini…
di kamar sepi
terpendam segala duka, luka yg tak pernah kuinginkan
Berdarah kembali mencetuskan tangis yang yg tak berarti
Iba merajai hati tak terobati
Terbalut segala rasa dendam, marah, benci namun rindu
Diri tak mampu lagi menahan, rindu yg ternodai..__
di kamar sepi
terpendam segala duka, luka yg tak pernah kuinginkan
Berdarah kembali mencetuskan tangis yang yg tak berarti
Iba merajai hati tak terobati
Terbalut segala rasa dendam, marah, benci namun rindu
Diri tak mampu lagi menahan, rindu yg ternodai..__
Lebay…__
Kamis, 25 November 2010
Mempelai Sang Dajjal
Catatan berdarah Ikhwanul Muslimin di Jantung Mesir:
Nabila tidak pernah membayangkan, kunjungannya ke Penjara Militer akan mengubah total jalan hdupnya. Seperti mencelupkan diri di Pelataran Neraka. Di tempat itu, Nabila menyaksikan segala kekejaman yang tidak ada bandingnya di belahan bumi manapun.
*
Orang-orang telanjang di gantung dengan kepala di bawah, sementara badannya lumat dilucuti cambuk. Wanita-wanita itu histeris ketika taring dan kuku tajam anjing-anjing haus darah mengoyak tubuh mereka. Para tahanan yang telah roboh oleh siksaan di tenggelamkan di danau dingin atau dilemparkan ke Padang Pasir Abasea...
*
Hari itu, Nabia sadar siapa sebenarnya Letkol Athwa Al-Malwani, sang Kepala Penjara Militer yang juga tunangannya. Diapun memutuskan untuk melepaskan diri dari cengkraman Athwa.
Segala menjadi sulit bagi Nabila. Tampaknya, lolos dari cengkraman Athwa menjadi suatu hal mustahil, meski Nabila rela menebusnya dengan nyawa.
![]() | |||
| Novel yg menurut aku..Bagus.. |
Langganan:
Postingan (Atom)
