Kaliantan dan pantainya yg Berbukit dan Berbatu
Kaliantan: Terdapat Batu yg besar di tengah lautnya
Kaliantan: Photo diambil dari dasar Pantai,
kami berada di atas sana...
Kaliantan: Pantai berbatu, nyiur melambai dan
berpasir putih bersih, laut yg biru damai
(Photo diambil dr atas bukit)
Jumat, 12 November 2010
HATI DALAM PIGURA
Andai kau benar tahu apa yang ada dihati ini
kau takkan bisa berkata apa2
karena kau takkan menemukan hatiku dalam ragaku
karena hati ini telah kau ambil....
sulit untuk kuminta kembali....
tolong jaga baik2 hatiku, jangan kau lukai
jangan kau sakiti, karena hanya itu yang aku punya
bila kau bosan dengan hatiku itu jangan kau buang di tempat
sampah....
buatlah sebuah pigura dengan bingkai dari pohon cendana
taruh hatiku disana
agar dia tak sampai lemah
dia tetap bersemangat
dan tetap harum...
hingga bisa mengingatkanmu bahwa hati itu benar ada dan menjadi
kenangan terbaik untukmu
tapi hingga saat ini tidak terbersit sedikitpun km menyimpannya dalam
pigura cendana
yang kuharap kau tetap menyimpannya dalam hatimu
Kamis, 11 November 2010
Biarkan dia tidur nyenyak...dia sedang tidak enak badan..__Buah hatiku, kala kau lemah karena kondisimu yg sekarang kurang baik, bunda begitu sedih..tak ingin mengganggumu sayang, tidurlah dan mimpi yg indah semoga engkau lekas sembuh.
*
Saudara, hari ini aku begitu sedih melihat buah hatiku yg kurang sehat, dia demam walau tak begitu tinggi tp cukup membuat aku cemas, sudah ku beri obat...Alhamdulillah panasnya turun tapi hidungnya mampet, kayaknya mau flu tp ngk bisa keluar tuch cairan dr hidungnya, belum juga kelar yg dua itu batukpun menyusul...batuknya cukup keras dan berdahak...__Jiwaku lemas melihatnya, aku tak sanggup sungguh tak sanggup melihatnya dalam keadaan lemas, apalagi saat dia tertidur ada suara tak enak terdengar dari hidungnya, dan setiap kali dia merubah posisinya dia terbatuk tentunya itu mengganggunya. Oooh Tuhan...andai bisa memilih, lebih baik aku yg merasakan demam, flu dan batuk itu asalkan buah hatiku tetap sehat dan semangat....
*
*
Saudara, hari ini aku begitu sedih melihat buah hatiku yg kurang sehat, dia demam walau tak begitu tinggi tp cukup membuat aku cemas, sudah ku beri obat...Alhamdulillah panasnya turun tapi hidungnya mampet, kayaknya mau flu tp ngk bisa keluar tuch cairan dr hidungnya, belum juga kelar yg dua itu batukpun menyusul...batuknya cukup keras dan berdahak...__Jiwaku lemas melihatnya, aku tak sanggup sungguh tak sanggup melihatnya dalam keadaan lemas, apalagi saat dia tertidur ada suara tak enak terdengar dari hidungnya, dan setiap kali dia merubah posisinya dia terbatuk tentunya itu mengganggunya. Oooh Tuhan...andai bisa memilih, lebih baik aku yg merasakan demam, flu dan batuk itu asalkan buah hatiku tetap sehat dan semangat....
*
Sabtu, 06 November 2010
Suamiku cemburu pada Novelku
Aku adalah seorang ibu rumah tangga dengan satu anak, sewajarnya ibu rumah tangga aku selalu berusaha melaksanakan semua kewajibanku sebagai istri juga sebagai ibu. Banyak kebiasaan saat aku masih gadis aku tinggalkan demi membangun keluarga yg sesuai dgn harapan. Misalnya saja kebiasaanku jalan2 dikala sore di taman kota tempat tinggalku sambil mencari tempat makan yg asyik bercanda bercerita dengan teman2ku sampai lupa waktu dan akhirnya pulang setelah matahari tak lg nampak diganti dengan sang bulan yg malas melihatku pulang di waktu yg tak layak bagi seorang anak gadis. aku juga mempunyai kebiasaan shoping ke toko-toko mana aja untuk memborong baju, sepatu dan tas, kebetulan aku tak suka asesoris jadi tidak aku ikutsertakan di sini, satu lagi aku mempunyai hobby karoke bersama teman2ku walaupun aku sangat menyadari suaraku ini sangat buruk dan mungkin bikin mules yg denger, tapi yg penting aku happy...semua mampu aku tinggalkan di saat aku sudah berstatus sebagai seorang istri. Memang awalnya sangat sulit namun aku harus bisa..Dan ternyata aku memang benar-benar bisa tentunya setelah berusaha dengan berbagai macam cara dan waktu yg cukup lama. Hanya saja ada dua hal yg tidak bisa aku tinggalkan...yaitu hobbyku berwisata dan membaca Novel (bukan koran). Tapi aku bersyukur karena suamiku juga mempunyai hobby yg sama denganku yaitu mencintai alam dan tentunya menjelajahinya dengan cara berwisata. Hanya saja suamiku tidak suka membaca Novel karena bagi dia hanya membuang waktu, namun bagiku adalah suatu kenikmatan. Suamiku lebih senang belajar tentang hal-hal yg berbau tekhnologi, hingga dia berhasil membangun tower Internet sendiri, dan membangun cabang-cabangnya di beberapa tempat di kota tempat tinggal kami. Suatu kebanggaan bagiku karena mempunyai suami yg selalu berusaha untuk bisa dan tak ingin ketinggalan. Tidak seperti aku yg ogah-ogahan belajar tapi lebih memilih untuk membaca novel-novel kecuali novel sex karena aku sebelum melanjutkan untuk membaca merasa jijik terlebih dahulu.
Persiapan mengatasi Boringku
Beberapa hari yg lalu suamiku mengajak aku untuk berwisata ke suatu tempat yg kami memang sering kunjungi namun tak pernah bosan kami datangi, perjalanan cukup panjang...Aku sudah membayangkan duduk disamping suamiku yg menyetir dengan gayanya yg mengangguk-anggukkan kepalanya karena asyik mendengrkan musik Rock dari tape mobil, sementara aku adalah seorang yg tak menyukai musik seperti itu, aku lebih suka yg melo atau cengeng karena aku memang cengeng..(__kok bangga__) sebab itulah aku mempersiapkan cara mengatasi boringku mendengar musik keras itu dengan membawa satu saja novel baruku yg belum sempat tuntas aku baca.
Diperjalanan
Aku, suami dan anakku akhirnya berangkat, dan Star dari rumah Star pula musik Rock yg membuatku pusing, tp aku tak enak hati mengatakan keadaanku pada suamiku, karena selama ini aku hanya diam mungkin dia berpikir aku juga suka, tapi aku diam karena mengalah agar dia tetap happy..Si kecil ternyata setuju dengan keputusan musik ayahnya diapun sepertinya menikmati bahkan sesekali ia mengikuti lirik lagu rock tersebut yg aku tak paham artinya karena komplit menggunakan bahasa asing. Nggak mau kalah akupun mulai membuka novelku dan khusuk membacanya. Tak kuperdulikan mereka berdua yg asyik dengan musik rocknya, dan tiba-tiba musik itu berhenti, kaena tanpa kusadari sedari tadi suamiku mengajak aku mengobrol, namun karena musiknya kenceng aku tak mendengarnya dengan jelas, setelah musik dimatikan dia mengulang kalimatnya tadi tapi Astaga aku terlalu hanyut pada novel yg sedang aku nikmati perannya sehingga tak sadar bahwa disampingku ada yg sedang bicara..ia mengulangnya dua kali, lalu aku tersentak dan berkata "Apa..?" setengah bertanya dan cukup membuat suamiku kesal. Lalu ia meminta aku melepas novel tersebut tentunya dengan nada sedikit ketus, akupun melepasnya dan menunggunya bicara lagi. Akh...dia tak bicara juga, mungkin marah... aku bengal, karena merasa semakin boring dengan suasana yg sudah tidak Asyik akupun menjamah kembali novelku dan membuka lembaran yg sudah ku beri tanda sebagai pembatas bacaanku tadi, akhirnya suamikupun bicara panjang lebar, mengenai kesalahanku yg terlalu menikmati novel dan melupakan bahwa dia dan putra kami ada di sekitarku. Egois jika dipaksa untuk menilainya, karena dia saja megatur volume musik dengan keras tanpa perduli aku yg tidak suka dengan musik tersebut, dan setelah giliranku mencari nikmatnya perjalanan dengan membaca novel justru menjadi masalah karena tak mendengarnya saat bicara. Sempat hatiku dongkol, pengen marah bahkan pengen membantahnya dengan membela diriku, menyalahkannya dan bla..bla..bla...tp aku coba untuk menahan smua egoku. Aku dengar dia bicara, dia mulai dengan novelku..ini tak sekali dua kali kau begitu mengacuhkan perkataanku gara-gara asyik membaca, kau lebih suka dengan novel-novelmu dibanding bicara denganku. Hahay...rupanya suamiku sedang cemburu...dia merasa tak diperhatikan karena perhatianku lebih pada si Novel..__Sebenarnya bukan begitu tapiii...?? Bukannya dia juga tadi sedang asyik..?? Dan setelah kuutarakan alasanku suamiku berkata, "kenapa kau tak berterusterng jika kau tak suka dengan caraku, kau paksa dirimu menerima tapi sebenarnya kau tak bisa terima, jika kau menerima caraku kau takkan mengabaikanku"...Wah..__kok jadi panjang sih, malah seperti masalah serius...__Ternyata orang cemburu tidak selamanya pada kekasih pasangan, tapi juga bisa pada sahabatnya walaupun dia sama jenis, bisa juga pada saudara kandungnya karena dia lebih perhatian pada keluarga atau saudara kandungnya daripada pasangannya, dan bisa juga cemburu itu pada benda kesayangan kita karena kita terlalu asyik dengan benda itu seperti yang terjadi pada aku dan suamiku. Astagfirullahhaladziim...ma'afkan aku sayang, aku tlah berbuat kesalahan. Lain kali aku takkan mengulangnya lagi dan aku akan membaca novelku kala tak ada yg merasa terabaikan saja. Hmmm...(bisa tidak ya aku menahannya, kayaknya novelnya harus diumpetin biar ngk pengen dibaca)
Persiapan mengatasi Boringku
Beberapa hari yg lalu suamiku mengajak aku untuk berwisata ke suatu tempat yg kami memang sering kunjungi namun tak pernah bosan kami datangi, perjalanan cukup panjang...Aku sudah membayangkan duduk disamping suamiku yg menyetir dengan gayanya yg mengangguk-anggukkan kepalanya karena asyik mendengrkan musik Rock dari tape mobil, sementara aku adalah seorang yg tak menyukai musik seperti itu, aku lebih suka yg melo atau cengeng karena aku memang cengeng..(__kok bangga__) sebab itulah aku mempersiapkan cara mengatasi boringku mendengar musik keras itu dengan membawa satu saja novel baruku yg belum sempat tuntas aku baca.
Diperjalanan
Aku, suami dan anakku akhirnya berangkat, dan Star dari rumah Star pula musik Rock yg membuatku pusing, tp aku tak enak hati mengatakan keadaanku pada suamiku, karena selama ini aku hanya diam mungkin dia berpikir aku juga suka, tapi aku diam karena mengalah agar dia tetap happy..Si kecil ternyata setuju dengan keputusan musik ayahnya diapun sepertinya menikmati bahkan sesekali ia mengikuti lirik lagu rock tersebut yg aku tak paham artinya karena komplit menggunakan bahasa asing. Nggak mau kalah akupun mulai membuka novelku dan khusuk membacanya. Tak kuperdulikan mereka berdua yg asyik dengan musik rocknya, dan tiba-tiba musik itu berhenti, kaena tanpa kusadari sedari tadi suamiku mengajak aku mengobrol, namun karena musiknya kenceng aku tak mendengarnya dengan jelas, setelah musik dimatikan dia mengulang kalimatnya tadi tapi Astaga aku terlalu hanyut pada novel yg sedang aku nikmati perannya sehingga tak sadar bahwa disampingku ada yg sedang bicara..ia mengulangnya dua kali, lalu aku tersentak dan berkata "Apa..?" setengah bertanya dan cukup membuat suamiku kesal. Lalu ia meminta aku melepas novel tersebut tentunya dengan nada sedikit ketus, akupun melepasnya dan menunggunya bicara lagi. Akh...dia tak bicara juga, mungkin marah... aku bengal, karena merasa semakin boring dengan suasana yg sudah tidak Asyik akupun menjamah kembali novelku dan membuka lembaran yg sudah ku beri tanda sebagai pembatas bacaanku tadi, akhirnya suamikupun bicara panjang lebar, mengenai kesalahanku yg terlalu menikmati novel dan melupakan bahwa dia dan putra kami ada di sekitarku. Egois jika dipaksa untuk menilainya, karena dia saja megatur volume musik dengan keras tanpa perduli aku yg tidak suka dengan musik tersebut, dan setelah giliranku mencari nikmatnya perjalanan dengan membaca novel justru menjadi masalah karena tak mendengarnya saat bicara. Sempat hatiku dongkol, pengen marah bahkan pengen membantahnya dengan membela diriku, menyalahkannya dan bla..bla..bla...tp aku coba untuk menahan smua egoku. Aku dengar dia bicara, dia mulai dengan novelku..ini tak sekali dua kali kau begitu mengacuhkan perkataanku gara-gara asyik membaca, kau lebih suka dengan novel-novelmu dibanding bicara denganku. Hahay...rupanya suamiku sedang cemburu...dia merasa tak diperhatikan karena perhatianku lebih pada si Novel..__Sebenarnya bukan begitu tapiii...?? Bukannya dia juga tadi sedang asyik..?? Dan setelah kuutarakan alasanku suamiku berkata, "kenapa kau tak berterusterng jika kau tak suka dengan caraku, kau paksa dirimu menerima tapi sebenarnya kau tak bisa terima, jika kau menerima caraku kau takkan mengabaikanku"...Wah..__kok jadi panjang sih, malah seperti masalah serius...__Ternyata orang cemburu tidak selamanya pada kekasih pasangan, tapi juga bisa pada sahabatnya walaupun dia sama jenis, bisa juga pada saudara kandungnya karena dia lebih perhatian pada keluarga atau saudara kandungnya daripada pasangannya, dan bisa juga cemburu itu pada benda kesayangan kita karena kita terlalu asyik dengan benda itu seperti yang terjadi pada aku dan suamiku. Astagfirullahhaladziim...ma'afkan aku sayang, aku tlah berbuat kesalahan. Lain kali aku takkan mengulangnya lagi dan aku akan membaca novelku kala tak ada yg merasa terabaikan saja. Hmmm...(bisa tidak ya aku menahannya, kayaknya novelnya harus diumpetin biar ngk pengen dibaca)
Selasa, 02 November 2010
KETIKA TAUBATKU
Di tangisku bersajadah..
Menghantarkanku kehadapan_Mu
Mengukir lewat tahyatku
Mengharap segumpal ampunan dalam Ridho_Mu
Ya...Robb__
Keluh para pecinta melalui tasbih zikirku memohon
Terbasuh air wudhu' memuja_Mu
Mengusir resah gelisah ruhku
Yg menggerogoti darah dan bertahta dosa
Karena lengah akan kehadiran_Mu
Tangisku pecah disaat ruku'
Merangkai khusu' menghadap kiblat
Ya...Robb__
Hantarkan aku agar sampai di At-Taubah_Mu
Hingga tiap bait ayat_Mu
Hancurkan syaitan yang bersarang di hati
Di tangisku bersajadah..
Tlah hancurkan cristal air mata
Karena tangisku tlah patah,..__kalah
Di tengah kekuasaan_Mu...Robb__...
Jumat, 29 Oktober 2010
Suamiku Idolaku
Dua minggu, bahkan lebih waktunya sy tidak pernah pulang melihat keadaan Ibu, hanya lewat telepon rumah sy mendengar suara beliau yg Alhamdulillah beliau baik2 saja..__Bahkan akhir2 ini beliau bilang kalau beliau lagi senang karena salah satu saudara sy sudah mampu untuk membangun rumah sendiri walaupun itu sekedar rumah kecil. Ini suatu pembuktian betapa Cintanx orangtua terhadap anak2nya, sang anak yg membangun sang Ibupun ikut senang, seandainya Ayah sy masih ada tentunya beliaupun akan sangat senang melihat kesuksesan anak2 beliau. Jangankan ke rumah ibu yang jarak tempuhnya kira-kira 5km dr komplek tempat tinggal sy, bahkan ke Taman Kota yg hanya berjarak tidak lebih dari 1kmpun sy tidak pernah, bukan lagi males, bukan pula lagi sakit..__Tapi sy selalu di rumah karena suami sy tercinta akhir2 ini terlalu sibuk dengan kerjaannya. Suami sy adalah seorang wiraswastawan yg bergerak di bidang Computer dan rekan2 computer lainnx, mulai dr perakitan, instal ulang (program), service, jual beli dsb kecuali kridit karena resikonya terlalu besar..__ Seringkali ia menerima orderan atau pengadaan dari suatu Instansi atau sekolah dalam jumlah besar. Seperti saat ini, dia sibuk menangani pengadaan di sebuah sekolah swasta, urusannya banyak mulai dari pemesanan barang, cek barang ke Bali, kemudian transaksi dan setelah barangnya datang tentunya adalah puncak kerja kerasnya karena harus kerja sampai lembur..__Suami sy tentunya tak ingin mengecewakan pihak pembeli atau pelanggan, itu sebabnya ia berusaha memberikan yg terbaik.
Pengantaran barangpun di mulai, pemasangan di sekolah tersebut..mulai dari pemasangan antena Internet, (kebetulan suami sy jg mempunyai usaha BTS Internet), lalu pemasangan kabel computer, dan hari ini pemasangan computer itu sendiri, yang tentunya sebelumnya dia sudah mengerjakan segala tetek bengek sang computer yg jumlahnya cukup banyak.
Karena suami sy selalu pulang malam pergi pagi, itulah sebabnya sy tidak pernah keluar dari rumah, sy rasa tidak pantas seorang istri keluyuran di luar sana sementara suaminya sedang sibuk mencari nafkah untuknya.
Sayangnya, setiap kali suami sy pulang dari kerja (3 hari berturut-turut),ia slalu bercerita bahwa di sekolah tersebut dia tidak pernah mendapatkan kopi, makanpun tidak enak karena dikasih nasi yg keras seperti nasi pakan ayam, lauknya pedes minta ampun padahal suami sy tidak suka pedes, kue basah yg cukup mengganjal perutpun tak disediakan..__Benar2 datang untuk bekerja memenuhi kebutuhan mereka..__ Ternyata masih ada orang2 seperti itu yang tega tidak menyediakan minum untuk orang lain yg justru membantunya.__Smoga dibukakan mata hati mereka untuk bisa lebih bijak dalam bekerjasama.
Terbersit keinginan untuk membuat kue sebagai bekal suami sy di sana, karena sy bukanlah seorang yg pandai memasak ini tentunya menjadi sedikit masalah buat sy. Akhirnya dengan izin suami sypun pergi ke rumah saudara sy yg cukup pandai dalam hal yg satu ini, sy meminta resep lengkap dengan proses pembuatannya..__Dan sepulang dari tempat itu sy langsung masuk ke minimarket di tempat tinggal sy untuk membeli bahan kue.
Keesokan hari..__Pagi2 sy sudah memulai aksi sy mencoba membuat kue Kick Keju dan ini adalah yg pertama dan akan menjadi pengalaman sy membuat kue tanpa didampingi siapapun. Mungkin bisa dibilang ini _Nekad_ Ho hoo tak apalah demi suamiku tercinta, coba dan coba, Alhamdulillah jika berhasil, dan tentunya jika gagal masih bisa diulangi lain hari...kapan bisanya kalau tidak pernah mau berusaha untuk mecoba. Singkat cerita..__Kuenyapun jadi, dan rasanya..__ (sambil mengerutkan kening**berpikir**merasakan**) Hmm..terlalu manis rupanya, dan kejunya terlalu kering.._ Lumayan enak, hanya saja belum sempurna sesuai harapan sy..__Tidak apalah, yg penting sy sudah usaha dan sy akan coba di lain hari.
Dengan perasaan berbunga-bunga, kue buatan sy yg tak sempurna itu sy kemas dalam sebuah wadah ditambah dengan sebotol kopi hangat yg biasa sy suguhkan untuknya setiap hari..., tentunya tak lupa menyiapkan sarapan ala kadarnya sebelum berangkat..__Diapun mengucapkan "Makasi Bunda perhatiannya" tanpa mencela sedikitpun kue buatan sy yg tak sempurna, seketika hati sy terhanyut dan sy sedich mendengarnya, kenapa sedih bukannya senang..Hehee...mungkin lebih tepat kalau dikatakan terharu....
Sy adalah seorang istri yang tiada sempurna, layaknya seorang istri pandai memasak tp itu sama sekali tidak sy miliki, dan mungkin salah satu ciri istri yg baik adalah mengerjakan smua pekerjaan rumah sendiri, tetapi sy tidak demikian 75% pekerjaan rumah diselesaikan oleh pembantu dan sy hanya melakukannya sedikit saja.Namun suami sy tidak pernah mengeluhkan smua itu, rupanya dia menerima sy benar2 dengan sgala kekurangan sy. Suami sy adalah seorang pekerja keras, Dia slalu berusaha melakukan yg terbaik dan memperjuangkan nasib sy sebagai istri dan putra semata wayang kami. Dia tak pernah mengeluh, dan slalu tersenyum walaupun badannya telah letih bekerja..__Dan sy adalah seorang istri yg membanggakannya, sy mengidolakannya walau suami sy bukan seorang pejabat, juga bukan seorang miliader, tapi sy membanggakan semangatnya, kerja keras, kepribadian dan kecintaannya kepada sy dan tentunya si kecil yg baru berusia 3 tahun 3 bulan. Terimakasih Ya Robby..Kau berikan hambaMu ini pendamping hidup yg sempurna di mata hamba, walau tiada sempurna di mata orang lain. Hamba Yakin Engkau memberi yang terbaik buat hamba..__
Jumat, 15 Oktober 2010
Langganan:
Postingan (Atom)

