Memusatkan perhatian pada situasi yang besar, akibatnya adalah
pembesaran distorsi dari masalah. Barangkali akan lebih baik jika qt
membayangkan menggunakan lensa Binokuler. Gunakanlah sisi pembesarnya
untuk memandang hal-hal yang positif, dan baliklah..gunakanlah sisi
lainnya bilamana kita menjumpai elemen-elemen negatif untuk membuatnya
kelihatan lebih kecil...Kamis, 06 Januari 2011
Memusatkan perhatian pada situasi yang besar, akibatnya adalah
pembesaran distorsi dari masalah. Barangkali akan lebih baik jika qt
membayangkan menggunakan lensa Binokuler. Gunakanlah sisi pembesarnya
untuk memandang hal-hal yang positif, dan baliklah..gunakanlah sisi
lainnya bilamana kita menjumpai elemen-elemen negatif untuk membuatnya
kelihatan lebih kecil...Rabu, 05 Januari 2011
JAUHI HASAD
![]() |
Beberapa minggu ini, aku banyak sekali mendengar keluhan dari teman-temanqu, termasuk juga dari keluarga tentang kerasnya hidup ini, susahnya memenuhi kebutuhan hidup dan mahalnya harga sembako.
Belum lagi biaya sekolah yang dikatakan gratis malah justru semakin mahal, bahkan biaya sekolah Taman Kanak-Kanakpun tinggi, bagaimana dengan yg kuliah...?? Satu demi satu mengeluh sembari memaki pemerintah dengan berbagai macam kata dan bahasa, tak hanya pemerinta Negara yg di makinya, tapi justru pemerintah daerah pula lebih-lebih dicaci maki. Ada yg sepertinya iri mengetahui pemerintah daerah yg sering ke luar negeri bersama keluarganya, katanya "Heran aja, dulu waktu belum jadi pejabat nggak begitu, sekarang dikit-dikit ke luar negeri, tahun baru aja ke luar negeri, kapan daerahnya diurus, lagian duit dari mana tu segitu banyaknya, kalo' pergi urusan daerah masak sih tiap bulan dan sekeluarga"...SubhanAllah...aku berpikir saat itu aku sedang berhadapan dengan orang yang sedang diliputi rasa iri hati/hasad atas rezeky orang lain. Sudahlah...darimana dia mendapatkan uang banyak bukan urusan kita, baik tidak jalannya mendapatkan itu jangan kita terlalu sibuk mencari tahunya, karena toh semuanya sia-sia, kita marah-marah juga enggak kebagian, mending kita urus saja urusan kita masing-masing dan terus berusaha memperbaiki diri, mendekatkan diri pada Allah, syukuri semua yg ada, dan terus berusaha, berjuang mendapatkan rezeky yg dipermasalahkan tadi agar semuanya menjadi cukup. AllahuAkbar...sebenarnya ini menakutkanku, sedikit aku merasa aku sedang dipengaruhi untuk membenci orang lain yg memiliki harta lebih, tapi bukankah rezeky itu juga adalah rahasia Allah. Nikmati saja saudara...sedikit atau banyak itu tergantung kita yg mensyukurinya. Jika harta itu melimpah belum tentu kita merasa tenang, karena ada kesombongan dan angkuh diri dititipkan harta melimpah. Tak semua orang mampu membawa dengan baik harta itu, ada memang yg bisa mensyukuri dan memeliharanya sesuai jalan Allah, tapi tak sedikit juga yg ingkar. Mungkin kita bukan golongan orang yang mampu menjaga harta berlimpah itu, sabarlah saudara...tidak menjadi kaya saja sudah hasad to...? Apalagi mau dikasih kaya. Aku tidak sedang berkhotbah, aku sekedar mengingatkan...aku juga masih banyak kekurangan, aku juga terkadag berpikir negatif tapi segera aku hapus sebisa mungkin agar penyakit hati itu tidak menggerogotiku dan aku hidup tetap dlm ketenangan dengan kesederhanaanku.
![]() |
| Allah Maha Kaya |
Allah memberikan kita rejeki yang berbeda-beda, ada orang yang
diberikan kemudahan dalam mendapatkan harta dan sebaliknya ada juga
yang mengalami kesulitan dalam mencari rejeki tersebut. Bahkan jika
kita perhatikan, orang yang kaya terlampau kaya dan yang miskin
terlampau miskin. Sebenarnya semua itu hanya cobaan yang diberikan
kepada hambanya oleh Zat yang maha sempurna. Tetapi dalam kehidupan
sehari-hari tidak jarang kita menemukan orang yang panas, sakit
hatinya, dan tidak tenang karena melihat temannya, atau saudaranya,
tetangganya, atau orang lain yang memperoleh suatu kenikmatan dunia
melebihi yang dia miliki, kemudian berharap agar kenikmatan tersebut
musnah atau hancur. Dia tidak senang melihat kesuksesan yang diraih
orang lain, apalagi itu adalah rivalnya dalam dunia bisnis atau mungkin
dunia politik. Terlebih lagi dalam hal berpolitik, senang saling
menjatuhkan, mencari-cari kesalahan orang lain dan akan sangat sakit
hatinya tatkala dia tahu bahwa sang rival sukses dan bertambah
hartanya. Dan sebaliknya akan merasa senang tatkala dia tahu bahwa
orang tersebut jatuh dari kedudukannya atau hilang kekayaannya. Sifat
inilah yang disebut dengan hasad (dengki). Ada beberapa dosa besar yang
sering diperbuat manusia, diantaranya adalah mensekutukan Allah, Riya’,
Hasad/dengki dan sombong/angkuh. Jelas sudah bahwa hasad adalah salah
satu sifat yang mengakibatkan seseorang akan berdosa besar.
Bahaya Hasad
Dosa hasad adalah dosa yang sangat besar, karena itu Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya, Muhammad SAW untuk berlindung kepada Rabbul Falaq (Tuhan yang menguasai subuh) dari kejahatan hasad. Ini juga isyarat bahwa Nabi SAW dan siapapun yang menyeru kepada kebaikan (Da’i) pasti ada saja yang memusuhinya dan hasad (dengki) kepadanya. Sementara ketenangan, ketentraman, dan keselamatan hanya dapat ditemukan ketika selalu berada dalam dekapan Rabbul Falaq, Allah SWT. Maka ayat tersebut diawali dengan, “Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai Subuh”
(QS Al Falaq [113] :1).
Hasad merupakan suatu penyakit yang bisa menimpa seorang mukmin disaat imannya turun dan lemah. Didasari oleh larangan Rasulullah, “Jangan kalian saling membenci, saling hasad dan saling membelakangi, Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” (HR. Bukhari VIII/33). Hasad (dengki) merupakan sifat tidak terpuji dan sangat berbahaya. Saking bahayanya, hasad dapat menghapus kebaikan-kebaikan seseorang yang telah dibangunnya sekian lama. Rasulullah telah menegaskan hal itu dengan sabdanya, “Waspadalah kalian terhadap hasad, sebab hasad itu memakan semua kebaikan sebagaimana api yang membakar kayu”.
Sebab-sebab Hasad
Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang jatuh ke dalam hasad, diantaranya:
1.Senang berlomba-lomba mengejar dunia
Ketika dunia dilapangkan dan dimudahkan bagi manusia, sementara mereka mengabaikan rambu-rambu syariat dalam berintraksi dengan dunia, maka dengan mudahnya mereka terjerumus dalam pertarungan perebutan dunia yang menggiringnya kepada sifat hasad.
Begitu pula pada halnya para wanita yang senang memamerkan perhiasan mereka, dan sakit hatinya tatkala melihat teman kerjanya menggunakan perhiasan yang lebih mewah dibanding miliknya, sehingga menimbulkan sifat hasad hanya karena dunia.
2.Melihat nikmat orang lain dan lupa pada Yang Memberi Nikmat
Terkadang pada saat seseorang melihat nikmat baik itu yang berbentuk harta ataupun pengkat/kedudukan pada orang lain yang melimpah, sementara dia sendiri tidak sebanyak itu yang ia miliki, iapun lupa kepada Yang Memberi Nikmat, Yaitu Allah SWT. Ia lupa bahwa Allah telah mebagikan kenikmatan-kenikmatan kepada para hamba-Nya dengan sangat bijak, ia lupa bahwa kaya dan miskin bukanlah suatu perbedaan yang berarti tetapi tingkat ketaqwaanlah yang membedakan dihadapan Allah. Kecuali dengan iman seseorang itu tidak akan bersifat hasad, karena jika imannya sudah lemah maka syaitan akan mudah mempengaruhinya untuk berbuat hasad.
3.Takabbur
Seperti iblis yang takabbur dan sombong, dengan pernyataanya yang mengatakan bahwa dia lebih baik dan lebih mulia daripada Adam dengan alasan bahwa dia tercipta dari api sedangkan Adam diciptakan dari tanah. Dan hal tersebut merupakan hasad peretama kali yang terjadi di langit, dan hasad yang pertama kali terjadi di bumi adalah hasad Qabil dan Habil hingga membunuhnya sebagaimana diceritakan di dalam Al-Qur’an.
4.Perbedaan perlakuan
Seringkali dalam lingkungan keluarga atau tempat kerja atau sekolah terjadi pilih kasih diantaranya. Misalkan orang tua yang memperlakukan anaknya berbeda, atau perlakuan atasan dengan bawahan yang tidak adil atau guru yang pilih kasih terhadap muridnya. Sikap pilih kasih dalam keluarga atau dimanapun juga dapat menyebabkan kedengkian timbul dari hati orang yang merasa terkalahkan atau dinomorduakan.
Obat Hasad
1.Memohon perlindungan dari Allah SWT seperti perintah Allah terhadap Rasull-Nya dalam surat Al-Falaq.
2.Takwa dan sabar, sebagaimana firman Allah, “Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu” (QS Ali Imran [3]:120).
3.Taubat. Allah berfirman, “…dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya.
4.Berbuat baik kepada orang yang hasad, agar orang tersebut menyadari kesalahannya dan mau berubah, secara tidak langsung kita mengajarkan kepada orang yang hasad untuk tidak lagi berbuat hasad (dengki) mengingatkannya bahwa hasad adalah hal yang sangat tidak terpuji.
5.Mengobati dengan ruqyah, seperti pada saat Jibril meruqyah Rasulullah.
6.Tawakkal (berserah diri) kepada Allah SWT setelah semua ikhtiar dan usaha dilakukan. “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”.
Bahaya Hasad
Dosa hasad adalah dosa yang sangat besar, karena itu Allah memerintahkan kepada Rasul-Nya, Muhammad SAW untuk berlindung kepada Rabbul Falaq (Tuhan yang menguasai subuh) dari kejahatan hasad. Ini juga isyarat bahwa Nabi SAW dan siapapun yang menyeru kepada kebaikan (Da’i) pasti ada saja yang memusuhinya dan hasad (dengki) kepadanya. Sementara ketenangan, ketentraman, dan keselamatan hanya dapat ditemukan ketika selalu berada dalam dekapan Rabbul Falaq, Allah SWT. Maka ayat tersebut diawali dengan, “Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai Subuh”
(QS Al Falaq [113] :1).
Hasad merupakan suatu penyakit yang bisa menimpa seorang mukmin disaat imannya turun dan lemah. Didasari oleh larangan Rasulullah, “Jangan kalian saling membenci, saling hasad dan saling membelakangi, Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara” (HR. Bukhari VIII/33). Hasad (dengki) merupakan sifat tidak terpuji dan sangat berbahaya. Saking bahayanya, hasad dapat menghapus kebaikan-kebaikan seseorang yang telah dibangunnya sekian lama. Rasulullah telah menegaskan hal itu dengan sabdanya, “Waspadalah kalian terhadap hasad, sebab hasad itu memakan semua kebaikan sebagaimana api yang membakar kayu”.
Sebab-sebab Hasad
Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang jatuh ke dalam hasad, diantaranya:
1.Senang berlomba-lomba mengejar dunia
Ketika dunia dilapangkan dan dimudahkan bagi manusia, sementara mereka mengabaikan rambu-rambu syariat dalam berintraksi dengan dunia, maka dengan mudahnya mereka terjerumus dalam pertarungan perebutan dunia yang menggiringnya kepada sifat hasad.
Begitu pula pada halnya para wanita yang senang memamerkan perhiasan mereka, dan sakit hatinya tatkala melihat teman kerjanya menggunakan perhiasan yang lebih mewah dibanding miliknya, sehingga menimbulkan sifat hasad hanya karena dunia.
2.Melihat nikmat orang lain dan lupa pada Yang Memberi Nikmat
Terkadang pada saat seseorang melihat nikmat baik itu yang berbentuk harta ataupun pengkat/kedudukan pada orang lain yang melimpah, sementara dia sendiri tidak sebanyak itu yang ia miliki, iapun lupa kepada Yang Memberi Nikmat, Yaitu Allah SWT. Ia lupa bahwa Allah telah mebagikan kenikmatan-kenikmatan kepada para hamba-Nya dengan sangat bijak, ia lupa bahwa kaya dan miskin bukanlah suatu perbedaan yang berarti tetapi tingkat ketaqwaanlah yang membedakan dihadapan Allah. Kecuali dengan iman seseorang itu tidak akan bersifat hasad, karena jika imannya sudah lemah maka syaitan akan mudah mempengaruhinya untuk berbuat hasad.
3.Takabbur
Seperti iblis yang takabbur dan sombong, dengan pernyataanya yang mengatakan bahwa dia lebih baik dan lebih mulia daripada Adam dengan alasan bahwa dia tercipta dari api sedangkan Adam diciptakan dari tanah. Dan hal tersebut merupakan hasad peretama kali yang terjadi di langit, dan hasad yang pertama kali terjadi di bumi adalah hasad Qabil dan Habil hingga membunuhnya sebagaimana diceritakan di dalam Al-Qur’an.
4.Perbedaan perlakuan
Seringkali dalam lingkungan keluarga atau tempat kerja atau sekolah terjadi pilih kasih diantaranya. Misalkan orang tua yang memperlakukan anaknya berbeda, atau perlakuan atasan dengan bawahan yang tidak adil atau guru yang pilih kasih terhadap muridnya. Sikap pilih kasih dalam keluarga atau dimanapun juga dapat menyebabkan kedengkian timbul dari hati orang yang merasa terkalahkan atau dinomorduakan.
Obat Hasad
1.Memohon perlindungan dari Allah SWT seperti perintah Allah terhadap Rasull-Nya dalam surat Al-Falaq.
2.Takwa dan sabar, sebagaimana firman Allah, “Jika kamu bersabar dan bertaqwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudaratan kepadamu” (QS Ali Imran [3]:120).
3.Taubat. Allah berfirman, “…dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya.
4.Berbuat baik kepada orang yang hasad, agar orang tersebut menyadari kesalahannya dan mau berubah, secara tidak langsung kita mengajarkan kepada orang yang hasad untuk tidak lagi berbuat hasad (dengki) mengingatkannya bahwa hasad adalah hal yang sangat tidak terpuji.
5.Mengobati dengan ruqyah, seperti pada saat Jibril meruqyah Rasulullah.
6.Tawakkal (berserah diri) kepada Allah SWT setelah semua ikhtiar dan usaha dilakukan. “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”.
Senin, 03 Januari 2011
Sahabat Pena
Ku tulis lagi surat
untuk sahabatku nun jauh disana, setelah lama sekali kami tak berkirim
kabar. Dia sahabatku yg ku kenal lewat sebuah majalah "BOBO" waktu
masih duduk di bangku Kls I SMP dulu. Maklum aku dulu berlangganan
majalah BOBO, majalah anak-anak yg isinya sebenarnya itu-itu saja, dan
aku baru sadar setelah aku beranjak dewasa. BOBO adalah salah satu
majalah favoritku waktu itu, kalau saja si BOBO terlambat datang, aku
pasti nangis dengan menuduh Ayahku telah menghentikan aku berlangganan
BOBO, maklum kan bayar langganannya beliau aku sih tinggal terima dan
baca. Hmm...namanya aja anak kecil...__heheheee...
Sebenarnya
aku berlangganan BOBO sejak aku duduk di bangku SD Kls 2, selain BOBO
akujuga berlangganan majalah "ANANDA"...selain itu ada lagi majalah
"DONALD BEBEK" , dan setiap bulan aku pasti membeli majalah yg aku lupa
namanya tapi mengisahkan sang Drakula yang baik hati, dan "Harry
Pooter" dalam bentuk majalah anak-anak (Sekarang sudah tidak ada lagi,
emang enak'an masa kecilku kayaknya timbang sekarang...heheheee...) Kok
banyak banget langganannya LIN...?? Maklum...Ayahku adalah seorang yang
gemar sekali membaca,belajar dan menulis. Mungkin beliau sengaja
memberi aku langganan majalah-majalah anak-anak untuk memotivasi aku
agar senang membaca dan belajar, terkadang beliau membimbing aku
menjawab soal-soal di majalah tersebut, karena di setiap majalah pasti
ada teka-teki silang dan soal tebak-tebak'an gambarnya. Tapi itu waktu
aku masih kecil, setelah kls 4/5 SD aku sudah mulai pandai
menyelesaikan soal-soal di majalah. Bahkan aku sempat membuat puisi dan
dimuat...Dduuch senangnya....yang belum kesampaian adalah mengirim
lukisan, aku belum mengirimnya karena aku sejak kecil sampai sekarang
memang tak punya bakat melukis, tapi bakatku nangis guling-guling kalau
permintaanku tak dikabulkan...hhhh..jadi buka kartu sendiri,
eh,,sekarang udah enggak lagi looo....(senyum-senyum sendiri inget masa
kecil)...Lanjut...saat aku SMPpun aku masih berlangganan majalah
anak-anak itu, padahal harusnya udah berhenti sih, karena ayahku bilang
samapai lulus SD saja, kalau udah SMP harus lebih konsentrasi ke
pelajaran sekolah. Tapi aku memohon-mohon tak lupa menangis agar
langgananku diteruskan satu tahun lagi,akhirnya permohonanku dikabulkan
dan langganan usai setelah aku naik kls 2 SMP (dah gede to..??)
Berkirim surat
Dari
majalah BOBO dan ANANDA aku mulai mencari kenalan dan berkirim
surat.Beberapa teman dari pulau lain mengirimi aku surat kenalan, pun
sebaliknya aku menulis surat untuk berkenalan pada beberapa teman juga.
Kebetulan aja aku ikutan kirim-kirim photo en Biodata di BOBO,
Alhasil...setiap bulannya aku pasti mendapat beberapa surat. Namun
semua tidak ada yang bertahan terlalu lama, surat-suratannya paling
hanya 3 sampai 4th trus berlahan agak jarang dan lama kelamaan malah
menghilang tanpa kabar berita. Dan hanya sahabatku "LIA" yang aku
maksudkan dlm ceritaku ini yang bertahan cukup lama. Aku lumayan
nyambunglah ma surat-suratnya, setiap kali kirim surat dia menceritakan
aku pengalamannya, suka citanya, bahkan berbagi kebahagiaan denganku,
namun dikala dia ada masalah dia juga tak segan menceritakannya
sehingga melalui surat kami tetap bisa bercurhat ria...Asyikkan..??
namun sekian tahun kami bersahabat pena tak pernah satukalipun aku
bersua dengannya, hanya sebatas kata demi kata yang terkumpul menjadi
sebuah cerita dalam kertas saja...
Aku dan Lia...
Waktu
itu aku punya sahabat pena bernama "RIA" berasal dari Riau, kemudian
melalui suratnya dia memperkenalkan aku dengan "LIA"... ia meminta
kepadaku untuk mengirim surat ke alamat LIA, dan aku yang saat itu
memang lagi senang-senangnya berkenalan dan hampir setiap minggu ke
kantor post buat kirimi teman-temanku surat akhirnya menulis surat juga
buat LIA...tentunya surat awal adalah surat berkenalan dengan
mencantumkan Biodata bak lamaran pekerjaan. Berkirim surat dan menerima
surat bagiku saat itu adalah hobby yang menyenangkan mungkin kalau
diistilahkan seperti orang kecanduan..(Asal jgn kecanduan narkoba
ajalah)...
Gayung
bersambut, suratku dibalasnya, dia menerima tawaran persahabatanku,
balas membalaspun terjadi sampai sahabatku yang mengenaliku dengan Lia
entah kemana, "Ria" bukannya aku lupa padanya, tapi aku tak tahu
kabarnya setelah ada musibah di Kotanya, saat itu aku masih duduk di
bangku SMP, surat terakhirnya menceritakan padaku di kotanya terjadi
bencana banjir yang cukup mengganggu, barang-barangnya banyak yang
rusak terendam, bahkan tetangganya banyak yang memilih mengungsi
sementara, karena sepertinya akan datang banjir susulan yang berasal
dari sungai di tempat tinggalnya. Dia hanya berkirim surat secara
singkat, intinya saja...mungkin karena kondisinya sehingga dia
tergesa-gesa, bahkan tulisannyapun tak begitu rapi, namun dia
menyelipkan sebuah photo di dalam suratnya, photo itu masih aku
simpan...photo berdua bersama saudara perempuannya di sebuah pantai yg
indah, manis....dia sahabatku yang manis dan baik, tapi aku tak
mengerti mengapa surat terakhirku tak dibalas lagi, mungkinkah benar
banjir susulan itu datang dan menghanyutkan surat-suratku sehingga ia
tak bisa membalasnya karena kehilangan alamat, atau dia mengungsi
bahkan kemungkinan pindah rumah. Aku coba kirim lagi beberapa kali,
tapi tak pernah juga di balas, karena setiap kali kirim surat tak
dibalas juga, aku berpikir dia sudah tak di alamatnya itu,
Yaa...sudahlah, aku hanya bisa berharap semoga sahabatku yang manis dan
baik hati itu tetap dalam lindungan yang kuasa...Amiin...
Kembali ke surat Lia...
Lia
ternyata gadis yg kreatif, dia seumuran denganku, terkadang dalam
amplop suratnya dia menyertai hasil karya tangannya, seperti namaku dan
namanya yang kemudian dia beri hiasan dan dilaminating kemudian
digunting dan diberi hiasan pita emas atau pita warna,cantik dan
menarik. Akupun mengumpulkan pernakpernik yang dia kirim untukku, tak
lupa aku membalasnya dengan mengirimkan juga suvenir untuknya, tapi
bedanya aku dengan membeli di toko suvenir khas Lombok, katanya sih dia
juga suka. Terlepas dari suka atau tidak paling enggak aku sudah
berusaha untuk membalas kebaikannya yang sudah bersusah payah membuat
karya untukku walau aku balas dengan hasil karya orang lain...namanya
aja nggak kreatif nggak bisa dipaksa juga ya untuk buat sendiri...__
Lia juga sering mengirimi aku photonya, dia cantik mirip-mirip Nike
Ardila gitu dech...Photo-photonya semua masih aku simpan. Dan beberapa
waktu lalu aku membuka albumku koleksi sahabat penaku dan teman-teman
masa kecilku, aku pandangi photonya dan aku rindu ingin berkirim kabar
lagi. Hubunganku dengan Lia mulai jarang sejak aku menikah 5th yang
lalu, aku sibuk dengan semua kewajibanku sebagai istri, terlebih lagi
saat aku mempunyai anak, padahal saat itu aku juga harus ikut membantu
memperjuangkan bisnis suamiku yang baru beberapa tahun dirintisnya, dan
Alhamdulillah usaha dan pengorbanan kami tidak sia-sia, nikmatnya baru
kami rasakan setelah si buah hati hadir diantara kami. (Laa..kok pindah
curhat keluarga sih)...Belok lagi yuuk..Aku bukannya melupakan Lia,
tapi seperti yang aku bilang tadi, waktuku tersita dengan kesibukanku
sebagai Ibu Rumah Tangga sekaligus karyawati suamiku sendiri, maklum
waktu itu kami belum punya pegawai...sekarang sih Alhamdulillah sudah
mampu bayar pegawai tapi aku tetap ikut bergelut di dunia bisnis
suamiku...(Laa...balik lagi, anggap selingan aja dech)...Dan
persahabatanku dengan Lia sepertinya sudah lekat di hatiku, terbukti
setelah beberapa tahun tak berkirim kabar aku merindukannya, rindu
suratnya yang bercerita tentang hari-harinya,berbagi suka duka...Ach
Andai saja dia ada di sini bersamaku atau aku bisa bertemu dikotanya
"Bogor" kota yang sampai detik ini belum aku kunjungi namun suatu saat
aku berniat untuk bisa datang di kota itu. Kebetulan aku punya 2
ponakan juga yg kuliah di IPB....smoga niatku ini kesampaian dan
kemungkinan aku akan mencoba mencari-cari alamat tempat tinggal Lia
atau mungkin janjian ketemu di mana..."Menghayal tingkat tinggi".
Ya
sudahlah....aku mau pamitan ke kantor Post dulu kirim surat buat
Lia...smoga enggak pindah dech alamatnya, supaya suratku bisa diterima
dan dibalas sehingga silaturrahmi yang sempat tersendat bisa nyambung
kembali...Amiiin...__
Rabu, 29 Desember 2010
WAKTU PAKE' MOTOR DI DEPAN SEBUAH POM BENSIN, DI DEPANKU ADA PENGENDARA VESVA UNIK...DI HELM BAGIAN BELAKANGNYA ADA STIKER
"AWAS...!!...ANDA BERADA DI BELAKANG ORANG GANTENG"
PENASARAN DUNK...SEGANTENG APA SIH ORANG YG SOK GANTENG DI DEPANKU
LALU AKU SAMPINGIN DIA, DI HELM BAGIAN KANAN ADA STIKER LAGI
"HATI-HATI PENIPUAN"
(BEEUUUHH...MAKIN PENASARAN DOONK)
PAS LAMPU MERAH DIA NENGOK KE ARAHKU
EH MASIH ADA LAGI STIKER DI HELM BAGIAN DEPAN
"SATU MONYET KETIPU LAGI"
AKU MAU NGATAIN DIA JELEK,
TAPI SEBELUM AKU NGATAIN DIA,...
TU ORANG NGATAIN AKU DULUAN..__
**GUBRAK**.....KENA DECH GUE...
Selasa, 28 Desember 2010
"BERANJAK DEWASA"
Aku
berpadu dengan keheningan yang dalam….
Namun
ketika KAU taburkan rasa sayang,
Hatiku
secerah langit malam.
Kubingkai
kata demi kata
Kupuja
engkau kuharap kau pahami
Jiwa
takkan punya pelangi
Jika
mata tak meneteskan air mata,
Hati
takkan hidup sebelum merasakan derita.
Mungkin kita perlu belajar dari penderitaan
Untuk dapat membuat kita bijaksana
Dan mengingat kembali wajah" yang
membantu kita menerangi perjalanan
Hingga kita temukan sikap untuk dapat beranjak
dewasa
Rasa manis yang
terteguk dari puluhan gelas gula
Takkan sampai ke hati
bila kita meminumnya bersama air mata
Karena urat"
tubuh akan mengkerut bila tersiram duka
….Pun rasa pahit yang
melilit takkan bisa mengikat kita
Dalam rasa sempit bila
kita meneguknya dengan rela
Dan tetap tersenyum
dengan jiwa.
---- Ku persembahkan untukmu "Suamiku"
Celengan Ayam Jago si kecil
Langsung saja aku membuka bloggerku yg emang blum banyak hasil postingnya ini jika di banding teman-temin lainnya di dunia Blog...Kali ini aku ngeblog dengan rasa sedikit dongkol ( Enggak dongkol bangget sich)... tapi bercampur syukur dengan satu hal yg membuat aku bangga.
Lanjut yuk baca curhatku...!!
*
Belajar Mengaji
*
Belajar Mengaji
Tadi pagi-pagi (subuh,red) aku mengajari buah hatiku yang masih berumur 3th 6bln untuk mengaji...Ada rasa bangga padanya karena ternyata dia sudah hapal membaca huruf hija'iyah (huruf Al-Qur'an)__...padahal, aku sudah cukup lama tidak melaksanakan rutinitasku mengajarnya mengaji. Aku ingat terakhir aku membimbingnya sebelum lebaran kurban (sudah cukup lama too..??) dan aku ingat waktu itu dia masih belum hapal betul membaca huruf hija'iyah, masih perlu diingatkan walau hanya ujung katanya saja, dan tiba-tiba tadi selesai sholat subuh dia yg meminta kepadaku untuk mengaji, sedikit mengulang kata-katanya "Bunda, ad ngaji..!!" Spontan aja aku ambil Al-Qur'anku di mana Al-Qur'an yg menjadi Mas kawin pernikahanku itu di dalamnya terdapat barisan huruf hija'iyah sebagai pengenalan...berhubung aku belum membelikan untuknya Iqro' khusus, aku gunakan saja Al-Qur'an tersebut sebagai sarana belajar mengajinya.
*
Hapal tanpa sepengetahuanku
*
Hapal tanpa sepengetahuanku
SubhanAllah...dia membaca begitu lancarnya, tanpa harus aku ingatkan awal katanya seperti waktu sebelumnya...Bagaimana mungkin dia menghapal tanpa dibimbing, atau mungkin diam-diam dia menghapal sendiri..__Bukankan otak anak kecil seusianya lagi hangat-hangatnya menghapal laksana kaset rekaman, tapi knapa aku tidak pernah tahu...?? Ternyata aku bukanlah seorang Ibu yg bijak, kurang perhatian, bahkan perkembangan anakku sendiripun aku tidak tahu...Bodoh, tolol...aku malu pada diriku sendiri, tapi di balik itu tetap mensyukuri karunia Illahi...
Karena sudah hapal dengan baik, akupun berniat membelikannya Iqro' khusus agar dia lebih bersemangat lagi belajar mengaji. Aku kemudian janji "Ntar sehabis bunda masak, kita ke toko beli Iqro' ya...!!"..__ Tentunya dia sangat girang sampai jingkrak-jingkrak sambil berteriak "Beli Iqro'..beli iqro'...beli iqro'..." Walaupun menurut aku dia belum paham apa itu Iqro', tapi aku sudah menjelaskannya baha Iqro' itu adalah buku pelajaran mengaji (Hmm...bingung bikin kata-katanya yg enak)..__
*
Kartun Crisna
*
Kartun Crisna
Setelah itu, dia minta nonton "Crisna" sebuah film kartun India yg sudah diterjemahkan dengan bahasa Indonesia. Anakku yg bernama lengkap "Ghofari Rahman Aranda Putra" ini sangat menyukai film, bahkan film laga dewasapun dia suka...memang aku pernah mendengar ada efek negatif dari film laga, tapi aku rasa ada efek positifnya juga. Ini hanya sekedar hoby yg aku nilai dari buah hatiku Randa, sebab itu setiap kali jalan-jalan, atau shoping ke Mall atau bahkan hanya ke toko kecil, jika dia melihat ada pedagang kaset CD/DVD dia selalu minta untuk dibelikan walau hanya satu. Aku mulai memutarkannya film kartun "Crisna"..__ Tapi tiba-tiba di tengah keAsyikkannya menonton dia bergegas lari menuju ke tempat mainannya,karena rumah kami penuh dengan barang-barang elektronik (computer/laptop,printer dan sperpatnya)----> Maklum suamiku wiraswasta yg bergerak di bidang ini, -- maka mainan si kecil kami alihkan ke garasi, tapi mainanya sudah ada Box-Box khususnya, jadi smua teratur dan gampang di cari. Dan di tempat mainan itu juga, Randa (panggilan si kecil) menyimpan celengan ayamnya, yg dia beli beberapa bulan lalu dari sisa uang jajannya sekolah. Dia bergegas membawanya padaku, dan meminta supaya aku membukanya untuk beli Iqro'. SubhanAllah...anakku bisa berpikir sejauh itu, aku semakin merasa bangga. Aku memang mengajarinya menabung, baik di sekolahnya ataupun di rumah. Kalau yg di sekolah memang aku yg memberi/menentukan jumlah tabungannya, tapi yg di rumah terserah dia. Dan dia sudah paham arti menabung, dia mengerti bahwa di dalam celengan ayamnya ada uang miliknya yg sudah dikumpulkan dan mungkin dia juga merasakan bahwa jumlah tabungannya sudah cukup banyak, mengingat dia setiap hari selalu memasukkan sisa belanjanya ke dalam celengannya, dan jika ada keluarga atau teman ayahnya yg memberinya uang, dia seringkali memilih untuk menabungnya. Maklum anak kecil, kalau ketemu pak de atau bu de nya seringkali di sangu uang, aku kecilnya juga dulu begitu...Sudah Tradisi...__
*
Pembongkaran celengan
*
Pembongkaran celengan
Akhirnya pembongkaran celengan ayam dilaksanakan, Berlahan-lahan tapi pasti dengan cara yg rapi, aku buka si ayam jago merah dengan menyobek bagian bawahnya menggunakan kater...Dan.._---> serr..serr..serr..uang receh berhamburan keluar, di susul uang 4 ribu rupiah saja....Dan...aku mencoba merogoh ke dalam celengan, aku pukul-pukul dan aku menyobeknya lebih besar lagi...Habis...sudah tidak ada lagi isinya, Hah...Kemana...??
Ternyata, setelah aku cek, lubang celengan sedikit menganga, seperti bekas congkelan...Ada maling iseng, uang di celengan si kecil di ambil dengan cara mencungkilnya. Padahal isinya lumayan banyak....sekitar 300ribuanlah, karena Randa seringkali nyeleng duit 50 atau 20 ribuan, belum lagi sisa belanjanya ribu-ribuan setiap harinya. Kecewa...Aku tentu kecewa, lebih kecewa karena melihat si kecil ikut kecewa...dia bertanya, "Bunda...uang ad mana..?" Aku bingung menjawabnya, kalau jujur dia pasti tambah kecewa, tapi kalau bohong, itu pasti bukan pilihan yg tepat. Sementara aku alihkan perhatiannya, untung pembantuku datang dan aku meminta si bibik untuk mengajaknya bermain dahulu sementara aku berpikir menjawab pertanyaannya.
*
*
Siapa yg dicurigai
Aku tidak tahu harus mencurigai siapa, aku bukan mempermasalahkan nominalnya, tapi aku sedih melihat kekecewaan buah hatiku yg sudah berusaha menabung tapi tidak melihat hasilnya. Tahu begitu, mending dihabiskan aja buat jajan atau beli mainan atau apa aja yg dia suka. Tapi menyesal tidak pernah di awal, slalu di akhir.
Bibik (panggilan untuk pembantuku), diakah pelakunya...?? Ach..aku rasa tidak..knapa dia harus mengambil yg kecil, padahal setiap harinya dia melihat uang hasil kerja suamiku yg biasa disimpan di ruang kerjanya tanpa di konci, bahkan seringkali bibik menemukan uang suamiku di lantai atau di saku celana, tapi selalu dikembalikan. Maklum suamiku memang kurang teliti dalam penyimpanan uang. Bibik juga pernah mengembalikan perhiasanku yg tertinggal di kamar mandi pada saat dia sedang membersihkan kamar mandi, dia juga sering kami percaya menerima setoran BTS Internet jika aku dan suamiku tidak di rumah, bahkan makanan yg ada di rumahpun tidak akan dia makan jika aku tak menyuruhnya. Yg aku tahu, bibikku seorang yg jujur, selama ini dia tidak pernah mencuri dan tidak ada cerita dari majikannya sebelumnya bahwa dia suka mencuri. Aku tidak yakin jika dia pelakunya, mungkinkah orang lain...Tapi siapa..??
*
Yach...rumahku memang seringkali kedatangan tamu, mulai dari pelanggan suamiku, orang-orang baru yg akan menjadi pelanggannya, teman-teman dekatnya, keluargaku sendiri dan beberapa tetanggaku juga suka main ke rumahku. Aku tinggal di sebuah komplek perumahan tepatnya "BTN Al-Baiduri" yg terletak tidak jauh dari pusat keramaian di kota kecilku. Aku mempunyai banyak teman dari berbagai kalangan, pun suamiku karena kami sama-sama suka bergaul. Bahkan para pembantu di komplekku sering datang ke rumah membawa anak majikan mereka untuk bermain bersama anakku. Maklum di sana banyak bocah-bocahnya dengan orangtua yg rata-rata sibuk dengan urusan kantor, sehingga anak-anak mereka dititip sama bedinde mereka masing-masing. Nah kalau sudah begini...siapa yg aku curigai...?? Aku melihat mereka semua selalu bersikap baik padaku, tapi aku juga tidak tahu sebatas mana kejujuran mereka. Ini kesalahanku, terlalu ceroboh dan tidak hati-hati. Harusnya Si Ayam Jago, nggak usah disimpen di Garasi, tapi dibuatkan kandang sendiri di tempat yg lebih aman. Ini pelajaran buat aku, Lagi...belajar terus setelah beberapa waktu lalu aku pernah posting mengenai pelajaran hidup di kompleks perumahan...Orang yg terlihat baik belum tentu jujur...Waspadalah...Waspadalah...!!
Dan aku masih berpikir tentang jawaban untuk si kecil...
Bagaimana jika aku berbohong demi kepuasannya, aku ganti uangnya dengan uangku yg kira-kira sama bilangannya dengan yg pernah dia celengkan. Dan aku katakan itu hasil tabungannya kemudian aku ajak dia ikut untuk membeli Iqro' dan mainan seperti yg dia mau.
Bagaimana menurut anda, Apa yg harus aku lakukan..??
Monggo sarannya...!!!
*
Yach...rumahku memang seringkali kedatangan tamu, mulai dari pelanggan suamiku, orang-orang baru yg akan menjadi pelanggannya, teman-teman dekatnya, keluargaku sendiri dan beberapa tetanggaku juga suka main ke rumahku. Aku tinggal di sebuah komplek perumahan tepatnya "BTN Al-Baiduri" yg terletak tidak jauh dari pusat keramaian di kota kecilku. Aku mempunyai banyak teman dari berbagai kalangan, pun suamiku karena kami sama-sama suka bergaul. Bahkan para pembantu di komplekku sering datang ke rumah membawa anak majikan mereka untuk bermain bersama anakku. Maklum di sana banyak bocah-bocahnya dengan orangtua yg rata-rata sibuk dengan urusan kantor, sehingga anak-anak mereka dititip sama bedinde mereka masing-masing. Nah kalau sudah begini...siapa yg aku curigai...?? Aku melihat mereka semua selalu bersikap baik padaku, tapi aku juga tidak tahu sebatas mana kejujuran mereka. Ini kesalahanku, terlalu ceroboh dan tidak hati-hati. Harusnya Si Ayam Jago, nggak usah disimpen di Garasi, tapi dibuatkan kandang sendiri di tempat yg lebih aman. Ini pelajaran buat aku, Lagi...belajar terus setelah beberapa waktu lalu aku pernah posting mengenai pelajaran hidup di kompleks perumahan...Orang yg terlihat baik belum tentu jujur...Waspadalah...Waspadalah...!!
Dan aku masih berpikir tentang jawaban untuk si kecil...
Bagaimana jika aku berbohong demi kepuasannya, aku ganti uangnya dengan uangku yg kira-kira sama bilangannya dengan yg pernah dia celengkan. Dan aku katakan itu hasil tabungannya kemudian aku ajak dia ikut untuk membeli Iqro' dan mainan seperti yg dia mau.
Bagaimana menurut anda, Apa yg harus aku lakukan..??
Monggo sarannya...!!!
Senin, 27 Desember 2010
KUWARU bukan PARANGTRITIS
Sbenarnya critaku kali ini awal bln dsmber 2010 ini, tapi krn satu dan lain hal aku blum mempostingnya. Trllu panjang jika bercrita pngalaman mudikku ke kota suamiku Jogjakarta tahun ini, sebagian saja...mungkin hal yg lebih membuat aku terkesan. 5 tahun sudah aku menikah, dan setiap tahunnya aku dan suamiku serta si kecil slalu mudik, tapi tak pernah terjadwal...harus lebaran, atau harus hari libur semester atau apalah..., kali ini kami baru sempat pulang bulan ini...Desember....Yach ini mudikku yg ke...5 ke DIY, tapi sbelum menikah aku juga sudah pernah beberapa kali ke jogja. Kalau dihitung-hitung, kira-kira aku ke jogjakarta 8 kali...tapi angka 8 kali ke jogjakarta baru kali inilah aku sampai ke pantai Parangtritis, Pantai yg sangat dikenal di mana-mana. Aku hanya penasaran aja, karena parangtritis seringkali disebut bahkan menjadi salah satu tempat historis di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan parangtritis berkaitan erat dengan legenda misterius Ratu South Sea, "Kanjeng Ratu Kidul". Nyai atau Nyi Roro Kidul adalah Ratu yang berkuasa atas peri-peri laut dan roh-roh.
Tokoh-tokoh berkata Ratu Kanjeng Kidul tlah menikah dgn salah satu dari Mataram Monarchs, Panembahan Senopati, Aku juga belum tahu cerita aslinya. Yang aku tahu legenda Nyi Roro Kidul begitu sangat populer...tapi aku sendiri blum prnah membaca riwayat/sejarahx secara lengkap.
Berangkat dari rumah sang mertua, kota Godean Yogyakarta...dengan kendaraan roda empat kami berjejal di sana, ceritanya ngk mau pisah-pisah...klo kumpulkan asyik bisa sama canda dan saling berbagi pengalaman,apalagi kami hanya bisa berkumpul sekali dalam setahun. Perjalanan wisata kami cukup seru karena kami memilih jalan yg berliku-liku melewati jurang dan kali Progo di daerah desa Sentolo....melalui jembatan yg panjangx tak seperti jembatan biasanya,....... bercerita seperti ini kayakx rada-rada katrok ya, tapi biarlah dibilang katrok emang kenyataanya begitu....heheee...__
Akhirnya sampailah di sebuah pantai...Hohooo...jangan tanya ini pantai apa, karena yg ada dalam pikiranku adalah Parangtritis... Dalam hati aku berkata "Akhirnya sampai juga aku di Parangtritis, aku harus tahu selebihnya ada apa di sini" Tapi beberapa menit kemudian ___ hhhhh...aku tertawa sendiri dalam hati, karena ternyata pantai ini "KUWARU bukan PARANGTRITIS"...sebuah pantai yang letaknya tak jauh dari PARANGTRITIS, Tepatnya di daerah Poncosari, Srandakan Bantul, Yogyakarta. Ada rasa khawatir dalam hati, khawatir ke Parangtritisnya batal karena udah main di Kuwaru tersebut. Ku coba menikmati walau masih disertai penasaran akan Parangtritis...Kuwaru...nama yg cukup unik, aku tak tahu maknanya, Pantainya kerren, rindang dan adem. Di sana ramai layaknya pantai wisata banyak pedagang dan pengunjung yang mungkin skedar lalu lalang, atau sekedar melihat dan menawar barang dagangan tapi nggak jadi beli, yang laris justru pedagang makanan, walau mungkin harganya lebih mahal, tapi daripada keroncongan atau menahan lapar sampai mag kumat kan mending beli jajanan atau nasi yang beraneka tawaran lauk khas laut di pinggir pantai. Ada ikan bakar, cumi bakar, dan lain sebagainya.
Ada odong-odong juga flend, buah hatiku dan satu ponakan kecilku yg belum genap dua tahun langsung minta main odong-odong, tapi aku justru lebih tertarik dengan satu hal yang sebelumnya tidak pernah aku coba " GoCard" Jelas aku belum mengerti cara pemakaiannya, tapi kalau ngk dicoba ya nggak mungkin bisa...tanya cara pakeknya dan Mainkan...!!
Sok Aksi, si kecil mana tahu Bundax gugup..__
Awalnya aku kaku dan jalannya tak tentu, meleak-meliuk bahkan hampir menabrak pedagang tela-tela di sana, hhhh...spontan aja aku ditertawakan keluargaku bahkan pengunjung lain juga ikut mentertawakanku, tapi aku bertekad harus bisa..Alhamdulillah Berhasil...perjalanan mulus, tak ku sangka di ujung sana ada jalan yang didesain meliuk-liuk seperti ular, jalan pasir dan penuh pohon...Aku gugup harus minta tolong sama siapa, sedangkan di sana hanya ada pemain go card lainnya, tapi nyaliku tak langsung down begitu saja, aku semangat lagi setelah bocah kecil umur 7-8 tahunan menyalipku dengan santainya sembari menyemangatiku..."Hayyoo mbaakk...di gas aja nggak usah takut" nada suaranya jelas medok jawa...karena anak tersebut ternyata anak pantai di sekitar sana. Yups...aku ikuti aja tu bocah, aku gas dan tentunya sekalian mengendalikan stang motor yg cukup berat....dan akhirnya sampai pula aku pada putaran pertama dengan ongkir satu putaran duapuluh lima ribu rupiah, putaran ke dua aku boncengin suami dan buah hatiku "Randa"....kali ini aku lebih lihai mengendarai motor roda tiga tersebut...wah suamiku bawa Handycamp...kesempatan dech Narsis...jeprat jepret walau wajah pas-pasan tapi ada kenangannya. Tambah menonjol aja nich katroknya...Dan akan semakin kelihatan katroknya jika saudara terus membaca kisah perjalananku ini.
Hmm..si kecil dah puas naik odong-odong, bermain pasir, ikutan naik go card, dan kami smua makan siang di pinggir pantai. Tak trasa sudah Dzuhur...bapak mertua mengajak kami sholat dzuhur dulu, habis sholat kita ke Parangtritis ucap beliau...Hah...telingaku sedikit melebar mendengar kalimat tersebut...Yach..aku mamang satu-satunya diantara mereka yang tak tahu wujud aslinya parangtritis walau pernah melihatnya di tayangan televisi. Selamat Tinggal KuWaru...aku suka kamu, pantaimu indah, bersih, sejuk dan adem...yg pasti ngk akan kelaparan di sana karena banyak pedagang...Tp aku harus beli kenang-kenangan di kuwaru...yach pilih-pilih, tawar-tawar...ngk perlu banyak sekedar jd pajangan di rumah aja kenang-kenangan dari pantai kuwaru.
Kami sekeluarga sholat dzuhur di musholla pantai kuwaru, setelah itu menuju Parangtritis....Yach...Tiba jua...Ini asli Parangtritis bukan kuwaru...___Alhamdulillah..terwujud juga impian ingin melihat Parangtritis secara langsung di mana parangtritis di kenal sebagai "Wewenang Selatan Dewi Laut"
Terletak di sekitar 27 km pada selatan kota, pantai berpasir ini dengan air laut birunya dikelilingi oleh tebing menawarkan pemandangan spektakuler.
Pantai Parangtritis bagian timur
Tak jauh beda dengan Kuwaru tadi, banyak pedagangnya, dan ada penyewaan motor gocardnya juga. Yang bikin beda di Parangtritis ada penyewaan kuda, dan ada kereta kuda atau Bendi. Pantainya tak jauh beda...mungkin karena masih satu jalur, ombaknya bergulung dan berbusa, dengan pasir hitam lembut, Hanya saja di Parangtritis terdapat air terjunnya, tapi untuk menuju air terjun itu harus naik kereta kuda atau bendi dulu. Narsis itu pasti...photo sana photo sini, gaya gitu gaya gini....Nggak perduli kalo ada yg merhati'in atau mungkin ada yg mentertawakan...peduli amat yg penting happy...
Bapak Mertuaku Kerren...brani naik kuda juga..__
Pengen naik kuda, tapi aku takut....latihan dulu ma empunya kuda, belajar cara mengendalikannya, jangan sampai kudanya yg mengendalikan kita, wah...susah-susah gampang, tinggal nyali nich...berani enggak...berani enggak...berani enggak...Ach Nggak berani dech...akhirnya suamiku yg mencoba pertama, melihatnya berkuda aku jadi smakin pnasaran...harus berani...Aku harus coba. Wah ternyata...Nyaliku kiut, baru beberapa langkah aku sudah mulai khawatir jangan-jangan nich kuda melompat jingkrak-jingkrak, lalu aku jatuh dan diinjak-injak...Mampus dech gue..., pikiran negatifku membuatku mengambil keputusan menyerah di tengah jalan, tp Narsis photo-photonya TETEEEPP....Ganti aja ma bendi, kendaraan roda dua yang di tarik oleh kuda, aku bersama dua adik iparku naik bendi yang ternyata penariknya adalah seorang yg handal mengambil gambar atau photo...wah jangan-jangan nech kusir mantan photografer lagi...
Narsis ber3 ma adik ipar
Di air terjun kami bertiga pasang aksi gaya-gaya'an...pak kusir selaku photografer pandai juga memilih lokasi...dan hasil jepretannya emang bagus, bahkan lebih bagus daripada aku. Setelah puas narsis di air mancurnya parangtritis, balik lagi ke tempat semula, suamiku dan sikecil yg nggak mau berhenti mandi aku ajak ke air terjun tadi, agar mereka juga tahu di sana indah...suamiku sih sudah hapal...tapi si kecilkan belum....
Randaku lagi dibujuk pak de nya biar mau
berhenti mandi
Selain pandai mengambil photo, ternyata pak kusir yg memiliki kuda bernama "SIPON" ini juga tanggap dan cerdas, dia banyak tahu tentang parangtritis dan sjarahnya, suamiku banyak brtanya dan aku menjadi pndengar, pak kusir lebih banyak menggunakan bhs jawa halus, shingga otakku prlu bkerja keras untuk menterjemahkannya, ada beberapa ceritanya yg bisa aku tangkap, tapi sebagiannya lagi...Aku kurang paham. Laa..knapa pak kusir ngk ngomong bhs Indonesia ajah...,
Pak kusir tolong photo dunk sama Bendinya..__
Banyak hal yg diceritakan, dan naik bendi ada tarifnya loo...kalo jurusannya ke timur hanya duapuluh ribu rupiah, tapi kalau jurusannya kebarat enampuluhribu rupiah. Alasannya, di bagian timur ada air terjun dan bukit-bukit berbatu yang mengelilingi pantai bagian timur tetapi kalau di bagian barat di sana banyak nilai sejarahnya, dan lebih indah. Gua Langse berada di bagian barat pantai, gua tersebut terkenal sebagai tempat memanggil Ratu Kidul dan untuk bisa masuk ke dalam gua, pengunjung harus minta izin kepada penjaga gua tersebut, kita dapat melihat pemandangan pesisir selatan lebih indah ketika kita masuk Gua Langse...Penasaran...yuuuk massuuk...__
Oo Iya, nyelip cerita dikit,,, Pada saat jalan-jalan dengan bendi, tiba-tiba ada tim SAR yg berlari ke arah laut...Astaga...ternyata ada dua bocah yg terbawa arus, untung bisa diselamatkan....__
Parangtritis, Neraka Satu Pantai...istilah ini pernah aku dengar, tapi aku juga tidak tahu pasti apa maksudnya. Mungkin karena pantai ini sering memakan korban, Ach...aku juga tidak berani asbak (asal tebak)...Ntar aja dech coba-coba tanya mbah gogle...pantai Parangtritis disebut-sebut juga sebagai "Regol" atau Gerbang Utama untuk Ratu Kidul...Apa lagi ni...aku ngk paham.
Menurut si kusir tadi, Orang-orang lokal percaya pantai parangtritis adalah tempat di mana Ratu Kidul bertemu Raja Mataram. Jadi, ada banyak orang datang ke sana untuk melakukan meditasi karena tempat tersebut dianggap sebagai tempat yang suci dan masih berkaitan erat dengan Nyi Roro Kidul.
Pada saat tertentu, dilaksanakan upacara adat di Pantai Parangtritis...Sultan, penguasa Yogyakarta memanggil Labuhan. Dalam kesempatan ini, sultan membuat penawaran khusus mempersembahkan kepada Ratu Kidul.
Umat Budha juga setiap tahunnya melakukan upacara tradisional...dan tentunya tempat ini mengandung sangat banyak mitos yang jika dipikir dengan logika sepertinya tidak masuk akal.
Ach...sudahlah jangan dipikir....Nikmati saja keindahannya, dan aku berharap bisa kembali lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)



