Rabu, 22 Desember 2010

" I B U "


Tanpamu..
Aku takkan ada 
Tanpa kasih sayangmu 
Aku takkan dewasa 
Tanpa CINTAmu 
Aku takkan mampu bertahan di dunia 
Kau adalah SYURGAku pelipur lara, 
penyemangat hidupku 
Kau adalah PERMATA yang paling indah 
penghangatku, jiwaku, malaikatku, 
HARTA yang termegah
KASIHmu takkan pernah usai  
CINTAmu takkan bertepi.. 
setiap nafasmu adalah suaraku
setiap langkahmu adalah semangatku 
setiap tetes darahmu adalah jiwaku  
SEMUA kau korbankan untukku... 
Anakmu yang tak mampu membalas smuanya__
saatku rapuh kau menguatkanku
saat aku letih kau menyemangatiku
saat aku sedih kau merangkulku
saat aku bahagia kau tersenyum bangga
Tiada yg seINDAH CINTAmu IBU 
 Bahkan Restumu adalah Restu Illahi 
begitulah TUHAN memberimu jua penghargaan
karena dalam jiwamu ada CINTA  
yg kan membawaku ke SYURGA nyata... 
SEMBAH SUJUDKU padamu IBU..__

Selasa, 21 Desember 2010

suapan untuk buah hati dan suamiku

Di kotaku hujan turun lagi, memang beberapa hari ini hujan begitu aktif mengguyur kota kecilku
yg sudah cukup lama tak bersua dengan hujan, hanya mendung tapi kembali panas...
Alhamdulillah sekarang hujan lagi walau hujannya sepertinya ngerapel gitu karena awet banget.
Cuaca yang lumayan dingin membuat aku kurang nafsu makan, sarapan seadanya dan terpaksa, makan siangpun tidak.
Tapi saat aku mulai menyiapkan suapan pertama, si kecil sudah duduk di depanku meminta untuk disuapi, akhirnya suapan pertama untuknya, aku menyiapkan lagi untukku sesuap berikutnya, tapi sang suami meminta disuapi juga, suapan berikutnya sikecil lagi lalu ayahnya lagi, berikutnya si kecil kemudian ayahnya lagi...begitu seterusnya sampai sepiring nasiku habis untuk mereka berdua...akupun bergegas menambah satu entong nasi lagi, tapi lagi..lagi..mereka minta disuapi, wah...wah...wah...ni pasukan doyan apa lapar ya...???
Sudah dua piring mereka habiskan berdua, padahal mereka sudah makan siang, Nah aku...?? Perutku yang keroncongan harus tertunda lagi untuk diisi demi orang-orang yang sangat aku cinta...Tentunya ada kepuasan tersendiri melihat mereka makan walaupun yang mereka makan seharusnya bagianku, tapi bukan berarti perutku kenyang melihat mereka kenyang...yang keroncongan ya tetep aja keroncongan dan harus segera di isi. Akhirnya tiba juga giliranku ....dan akupun makan dengan sukses...Alhamdulillah...__

Saat jam makan siang aku menyiapkan makan untuk suami dan putra semata wayangku, dan aku tetap menemani mereka menikmati makan siang tanpa ikut makan karena nafsu makanku benar2 sudah musnah..__
Usai makan siang aku menemani si kecil bermain, nonton kartun dan apa saja yg dia mau...siang itu si kecil menolak untuk tidur siang, kebetulan hari ini suamiku pull di rumah, mungkin si kecil juga senang melihat ayahnya ada di rumah dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untukbercanda dan bermain bersama.
Bermain,bercanda dan bla..bla..bla..bersama buah hati dan suamiku membuat kami semua lupa waktu, tak terasa sudah sore, aku melihat ke arah jam dinding sudah pukul lima sore..Ho..ho...ada yg berbunyi...Ach ternyata hanya suara perutku saja yang rupanya sudah keroncongan karena tidak makan siang dan hanya sarapan seadanya.
Kali ini, perutku tidak mau kompromi, dia berontak untuk diisi....dan akhirnya akupun memutuskan untuk makan. Beralih ke dapur untuk mengambil sepiring nasi dan lauk seadanya, tapi aku memilih makan di arena bermain si kecil....sepertinya akan lebih nikmat makan sambil melihatnya bermain dengan paa mobil2an dan pasukan power rangerx...

perihal: An overview of the new post editor - Blogger Help (lihat di Google Wikipinggir)

Suapan untuk Buah Hati dan Suamiku

Di kotaku hujan turun lagi, memang beberapa hari ini hujan begitu aktif mengguyur kota kecilku 
yg sudah cukup lama tak bersua dengan hujan, hanya mendung tapi kembali panas...
Alhamdulillah sekarang hujan lagi walau hujannya sepertinya ngerapel gitu karena awet banget. 
Cuaca yang lumayan dingin membuat aku kurang nafsu makan, sarapan seadanya dan terpaksa, makan siangpun tidak. 
Saat jam makan siang aku menyiapkan makan untuk suami dan putra semata wayangku, dan aku tetap menemani mereka menikmati makan siang tanpa ikut makan karena nafsu makanku benar2 sudah musnah..__ 
Usai makan siang aku menemani si kecil bermain, nonton kartun dan apa saja yg dia mau...siang itu si kecil menolak untuk tidur siang, kebetulan hari ini suamiku pull di rumah, mungkin si kecil juga senang melihat ayahnya ada di rumah dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untukbercanda dan bermain bersama.
Bermain,bercanda dan bla..bla..bla..bersama buah hati dan suamiku membuat kami semua lupa waktu, tak terasa sudah sore, aku melihat ke arah jam dinding sudah pukul lima sore..Ho..ho...ada yg berbunyi...Ach ternyata hanya suara perutku saja yang rupanya sudah keroncongan karena tidak makan siang dan hanya sarapan seadanya.
Kali ini, perutku tidak mau kompromi, dia berontak untuk diisi....dan akhirnya akupun memutuskan untuk makan. Beralih ke dapur untuk mengambil sepiring nasi dan lauk seadanya, tapi aku memilih makan di arena bermain si kecil....sepertinya akan lebih nikmat makan sambil melihatnya bermain dengan para mobil2an dan pasukan power rangerx...




Tapi saat aku mulai menyiapkan suapan pertama, si kecil sudah duduk di depanku meminta untuk disuapi, akhirnya suapan pertama untuknya, aku menyiapkan lagi untukku sesuap berikutnya, tapi sang suami meminta disuapi juga, suapan berikutnya sikecil lagi lalu ayahnya lagi, berikutnya si kecil kemudian ayahnya lagi...begitu seterusnya sampai sepiring nasiku habis untuk mereka berdua...akupun bergegas menambah satu entong nasi lagi, tapi lagi..lagi..mereka minta disuapi, wah...wah...wah...ni pasukan doyan apa lapar ya...???
Sudah dua piring mereka habiskan berdua, padahal mereka sudah makan siang, Nah aku...?? Perutku yang keroncongan harus tertunda lagi untuk diisi demi orang-orang yang sangat aku cinta...Tentunya ada kepuasan tersendiri melihat mereka makan walaupun yang mereka makan seharusnya bagianku, tapi bukan berarti perutku kenyang melihat mereka kenyang...yang keroncongan ya tetep aja keroncongan dan harus segera di isi. Akhirnya tiba juga giliranku ....dan akupun makan dengan sukses...Alhamdulillah...__


** BELAJAR MEMBACA MUSIM **

Cuaca membaca musim
melalui rahasia HUJAN dan KEMARAU
Pada BUMI danCAKRAWALA
*
Seperti itulah...
Aku membaca PIKIRANMU
melalui pancaran mata
dan MENGEJA seribu ucapan
melalui sepatah kata pertama
*
Belajar membaca CAHAYA...
dalam kegelapan yang melingkup
membuka kelopak mata...
Lalu membaca tulisan ANGIN..
pada DEBU di permukaan TANAH
dan GUGURnya daun kering
*
CUACA membaca MUSIM
melalui rahasia HUJAN dan KEMARAU
di wajahmu aku membaca CINTA
dan karena pancarannya
AKU hampir kehilangan MAKNA
sebab CAHAYANYA terlalu terang
dan CINTA satu-satunya tafsir tunggalku..--__

Kamis, 02 Desember 2010

" H U J A N "


Hujan turun lagi di kotaku
Saat hatiku resah, gundah menahan marah
Basah lagi..__
Dan aku menggigil kedinginan
namun hatiku gersang
seperti tak ada tetesan yg membasuh
Tidak ada mentari
masih sembunyi di balik mendung
Dan tidak muncul pula pelangi
yang akan menghiasi bumi

Kucoba tuk bernyanyi...
tapi terdengar seperti nyanyian orang mati
Aku kesepian dalam hiruk pikuk keramaian
Aku sendiri dalam rasa yg tak menentu
Antara bahagia dan gelisah
disela-sela ketenangan dan marah

Hujan turun melepaskan segala kerinduan di bumi
Bercerita tentang s'gala keindahan Negeri di awan
Hujan adalah sebuah beban kebahagiaan...
Yang terbagi bersama bumi yang merindukan
Hujan s'lalu datang memberikan kesejukan di bumi ini
Tapi hujan tak pernah sanggup
menyirami hatikuku yg gersang
Adakah perubahan itu, akan datang
setelah sekian lama aku terbang

Rabu, 01 Desember 2010

** INTROVEKSI DIRI **


SubhanAllah...__
Lama skali sy tidak mrasakan sesak di dada karna sakit hati jika ada orang-orang yang membuat fitnah kpd sy. Slama ini sy sudah brusaha bersikap baik, agar sy slamat dr guncingan dan fitnah, karna hidup di dalam kompleks perumahan sprt tmpat tinggal sy adalah sgt besar kemungkinannya dibicarakan tetangga. Itulah sebabnya sy slalu berusaha menjaga lisan sy, menjaga sikap dan bahasa tubuh sy semaksimal mungkin baik dalam lingkungan tmpat tinggal sy juga dlm keluarga sy. Namun trnyata smuanya blum maksimal dan tidak akan prnah maksimal....Sy sllu teguh dengan prinsip sy "Mengalah bukan berarti kalah", tetapi menjadi orang yang terlalu mengalah juga salah, ada sebagian orang bisa menghargai sikap mengalah kita, namun tidak sedikit juga orang yang menjatuhkan kita disaat kita mncoba utk mengalah. Tp prinsip tetaplah prinsip, sampai detik ini sy masih ttp memegangnya sebagai bekal sy menyalamatkan diri dari kebencian orang-orang di sekitar sy, namun yang harus dirubah adalah bagaimana menyikapi prinsip itu sendiri.
Jujur dadaku sesak saat ini, darah jantungku trasa mendidih dan suhunya sangat panas, tapi otakku beku bak es batu yg hampir tak bisa lg mencair, kulitku trasa melepuh seperti hatiku yg kian mengeras..Seakan smua anggota tubuhku ikut mrasakan kehancuranku di saat ini, disaat sy mengetahui bahwa orang yg slama ini sy anggap baik, ikhlas, tulus adalah benar-benar orang yang baik lahir bathin. Sayang tiga tahun mengenal mereka tidak cukup untuk menyimpulkan mereka adalah orang yg baik.
Mungkin tak layak jika sy harus secara detail menceritakan permasalahan sy, krn di dalamnya ada masalah orang lain juga yang tentunya berkaitan dengan sy. Intinya, hanya karena bicara dlm kondisi bercanda ada seseorang yg tersinggung dengan kalimat yang sy ucapkan, sebenarnya bukan menyinggung dia hanya saja sepertinya orangnya terlalu sensitif sehingga terlalu merasakan kalimat sy sepenuhnya utk menjatuhkan dia, padahal sy sama skali tidak bermaksud menjatuhkan siapapun, atau mungkin juga karena kalimat sy terlalu mengena di hatinya walau sy tak bermaksud menyakitinya. Karena rasa sakit hatinya dengan kalimat canda sy itu membuat dia seolah-olah ngin membalas dendamnya dengan menghasut orang-orang yg dekat dengan sy utk tidak menyukai sy dan menuduh sy yg tidak-tidak. Sy tinggal di Kompleks perumahan,seperti layaknya perumahan di mana-mana para ibu-ibu di tmpat tersebut sebagian besar menyukai kegiatan yg bernama “GOSIP”..__malah mereka akan betah skali duduk smpai berjam-jam hanya karena gosip. Dan…yang membuat sy lebih tidak suka lagi, dia berhasil mempengaruhi orang yg slama ini sy tahu baik pd sy, mungkin karena dia membolak balikkan fakta atau entahlah dia bicara apa sampai-sampai orang yg slama ini bisa dikatakan dia dekat dan baik pd sy malah ikut-ikutan membicarakan sy…yg lucu, apa yg dia katakan sama sekali tidak benar. TERL ALU….. itu sangat menyakitkan sy, karena kebusukan bibirnya sy merasa menjadi orang yg cukup rendah di sebagian tetangga walaupun tidak semua, ada sebagian lagi yang tidak percaya dengan omongannya, namun bagaimanapun sy merasa malu,direndahkan dan dipojokkan seolah-olah sy adalah terdakwa yg memang benar-benar bersalah adalah pukulan yg menyakitkan buat sy sementara itu sama sekali tidak benar. Pandainya mulut bicara memutar balikan kata hingga dpt meyakinkan orang lain percaya padanya yg berdusta, memfitnah,dan menjatuhkan orang lain, tak perduli itu dosa dan berakibat fatal bagi orang lain bahkan baginya juga. Lupa kalau Tuhan selalu akan melindungi yg benar dan yg salah tetaplah salah. Alhamdulillah…memang sekarang suasana sudah membaik, tetapi sy masih saja merasakan sakitnya karena tidak terima dibicarakan seperti itu. SubhanAllah…sangat benar firman-firman Allah dan hadist-hadist Rosul yg mengingatkan kita akan BAHAYA LISAN..__
 Astagfirullah..__...
Sy sangat menyesali keadaan ini, tak pernah terbayangkan di pikiran sy untuk menghancurkan orang lain, menjatuhkan harga diri orang atau menghina sesama sy, karena sy sangat menyadari smua kekurangan sy, kelemahan dan kedudukan sy sebagai insan yg lemah. Sy cukup tahu diri, dan tak pernah berniat menjadi pengacau atau bahasa kerennya sekarang kalau tidak salah Propokator..tp knapa sy yg dituduh sebagai pelakunya. Bukankah tak ada untungnya buat sy, buat kita smua utk membicarakan kejelekan atau kekurangan orang lain. Dan jika sy tidak suka diusik ketenangan sy, untuk apa sy mengusik ketenangan orang lain, jika sy tidak suka diadu domba knapa sy mengadu domba orang lain, domba aja nggak suka di adu kok malah manusia diadu ma domba… Smoga selamatlah orang yg telah membuat aib utk sy, disejahterakan hidupnya dan diampuni dosanya.
....__INTROVEKSI DIRI….___
*BerCanda yg berlebihan*
Terkadang kita bercanda asal bunyi aja (ASBUN: singkatan yg diresmikan.red_) tanpa kita sadari dan mungkin tidak kita niati kalimat kita tersebut telah menyakiti hati orang-orang di sekitar kita walaupun itu dengan kalimat yg sederhana seperti pengalaman sy. Tidak jarang juga, orang menyalah artikan kata-kata kita padahal bukan seperti itu yg kita maksudkan, tp namanya udah sakit hati ya tetap sakit dan tidak ada toleransi utk menerima tawaran penjelasan dr apa yg sudah kita katakan, dia tetap pada maksudnya, pada pemahamannya yg salah dan pada egonya tentunya..
Sering juga sy alami di lingkungan sy saat berkumpul dan bercanda, tak jarang ada celetukan-celetukan kasar atau hinaan pada sesama…misalnya memanggil teman dengan kekurangan anggota tubuhnya “ee pincang”..”pele” (bhs lombok yg berarti _ matanya cacat sebelah)..”kurus” (panggilan utk orang kurus) ato “oboh” (panggilan utk org yg berbadan gemuk), “Bulat” ( panggilan utk orang yg berkulit hitam), “Jring” (panggilan utk orang yg berambut kriting ikal), “Pontot” (panggilan utk orang yg berbadan pendek), “tompel” (panggilan utk yg mempunyai tompel), dan banyak lagi panggilan-panggilan yg menyebutkan kekurangan fisik seseorang…Lalu apa kita sudah sempurna dengan memanggil orang lain seperti itu.
Pernah juga sy mendengar teman bercanda, dia mau mentraktir makan tp dia dengan PDnya bilang, “sy aja yg traktir kan sy banyak uang hasil bisnis sy, lagian kalian kan semua pelit-pelit, nggak berani bayar takutnya uang dapurnya kurang, maklum penghasilan pas-pasan…kalau sy banyak uang sampingannya dan bisa cari sendiri, nggak kayak kalian Cuma ngarep dr suami aja”…
Hoo..hoo…menurut anda layakkah kita bicara seperti itu…?? Kalau mau mentraktir, ya traktir aja bu’…nggak usah pake ngoceh, pidato panjang lebar gitu…yg emangnya mau dpt pahala krn mengenyangkan temen dan bagi-bagi rezekya malah nggak jd, diganti ma dosa krn sudah menyinggung orang lain jika ada yg tersinggung dengan bahasa candanya, dan dosa karena kesombongannya yg lebih rezekynya, dan tanpa disadari kalimatnya telah menurunkan derajatnya., bukankah itu bukan bahasa orang yg berpendidikan sedangkan yg bicara adalah orang yg sangat paham pendidikan...__
Ada lagi yg perlu kita jaga pada saat bercanda/bergaul…terkadang kita juga bukannya tak sengaja tp ini pasti disengaja…menyenggol, mendorong, menarik sampai jatuh, seperti apa yg dilakukan di acara Overa Van Java….tp kalo’ OVJ itukan ngelawak, walau aku terkadang kasian jg ma bintang tamunx yg dikompakkin utk dijahilin, yach ini di luar OVJ…tp cara kita di lingkungan kita. Mungkin sebagian teman bisa terima, tapi bagaimana dengan teman yg tidak suka diperlakukan seperti itu. Sy jg pernah mengalami hal ini, teman-teman bercanda dan sebagian teman kompak utk menjahili teman lainnya dengan mengangkat teman lainnya (satu orang) lalu memasukkannya ke dalam parit yg kering, setelah itu mereka mentertawakannya beramai-ramai, walau bukan sy yg diperlakukan begitu, dan sy tidak juga menjadi pelakunya, tp sy mrasa kasian dan malu melihatnya, seandainya dia itu adalah sy, pasti sy dah nangis…hhhhhh…maklum sy terlalu cengeng dan perasa..__
*Bicara tanpa kendali*
Terkadang juga kita bicara terlalu banyak, seperti kata orang “TONG KOSONG NYARING BUNYINYA” apalagi kalo pake kaleng susu, diisi krikil, dilempar ke jalan, kemudian ditendang-tendang kayak bola, Naah…itu persis seperti kebiasaan ibu-ibu yg doyan gosip tp ngk mutu..__
Bicara terlalu asyik buat orang-orang yang hoby melakoninya, terutama para BIGOS MANIA (Biang Gosip), tanpa disadari omongan dah kemana-mana tuch, entah ngurusi rumah tangga oranglah, entah ngurusi harta dan hutang oranglah (mending mau di bayarin), entah ngomongin isi dapur tetanggalah, entah tuduhan aneh-anehlah, yg penting bisa ngomongin kejelekannya orang, yg bagus-bagus mah nggak prnah disebut bahkan ngk perduli ma kebaikan orang yg diurus jelek-jeleknya doang, atau sekedar coment setelah si pulan lewat di depan mereka yg sedang asyik ngerumpi…mentertawakan satu demi satu orang yg di lihatnya, mengejeknya dgn mencibir, coment bajunyalah, coment, kacamatanya, coment dandananya, coment sepatunya/sandalnya…Ach..pokoknya ngk penting gitu…maklum orang seperti itu mungkin merasa dirinya sudah sempurna. Hmm…”MEMANG LIDAH TAK BERTULANG”..__…BUT..orang-orang seperti itu kira-kira dapet untung apa ya…??
 Atau apakah sy sedang gosip jg nech…Ach sy tidak sedang gosip, maksud sy…Cuma mengeluarkan uneg-uneg sy aja yg bikin sy sesak. Kebiasaan gosip ternyata juga bisa menguntungkan loo… tp buat sebagian orang saja, seperti presenter gosip…dpt gosip dpt duit plus dpt bonus dosa jg dr Tuhan…Walllaahh…untung aja sy ngk ditakdirkan jd presenter…hhhh…*Bersyukur* Atau cari dut skarang terlalu sulit sehingga gosip jg dijadikan jalan, wah ini mirip-mirip ma jalan pintas…di televisi byk banget tuch acara yg ngurusi rumah tangga orang, entah judul acaranya “BIBIR PLUSlah”, “KASAK-KUSUKlah”, “SILETlah”….atau apalah namanya, sy tidak hapal betul yg pasti sy tidak suka acara sejenis ini..__ Lisan itu menjadi racun jika kita tak pandai-pandai menjaganya. SO..JAGALAH LISAN…hati-hati bicara, jgn karena kalimat yg keluar dr mulut kita menyakiti hati orang lain, dan jangan merasa menjadi orang yg hebat agar kita tak menjatuhkan orang lain…biasa sajalah saudara, jadi orang jangan neko-neko, hidup dgn sederhana, prasangka baik, dan tak ada salahnya mengalah disaat-saat tertentu, tp juga jgn mau donk harga dirinya dijatuhkan…__Klo ada yg menjatuhkan begitu, kita jg punya hak utk membela diri, Bicaralah…ini baru tepat saatnya kita bicara…tp jgn balik menjatuhkan orang yg pernah menjatuhkan kita…Ach  TEORI..__





Selasa, 30 November 2010

Menyembunyikan Hati


Menyembunyikan duka di balik tawa...
Memendam lara di balik senyum mesra...

Saat hati luka di gores...
Ketika airmata sayu bergenang...
Diri terpaksa menahan tangis...

Tiap kali jiwa bergelora...
Di pendam segala marah, tangis dan lara...
Walau seringkali di uji kesabaran...
Rela segalanya terjadi jua...

Menyembunyikan hati yg tersayat...
Menyudut dalam perasaan yg terluka...
Lalu di simpan segalanya di kamar hati...

Tanpa disadari, tetesan kesedihan itu hadir
Menemaniku di sini…
di kamar sepi
terpendam segala duka, luka yg tak pernah kuinginkan
Berdarah kembali mencetuskan tangis yang yg tak berarti
Iba merajai hati tak terobati
Terbalut segala rasa dendam, marah, benci namun rindu
Diri tak mampu lagi menahan, rindu yg ternodai..__
Lebay…__